DaerahFEATUREDNewsTOP STORIES

Kepala KUA Hilgum Sampaikan Khutbah Hari Raya di Masjid Baitun Nur Selayo

Foto: Zulhelmi, Kepala KUA Hiliran Gumanti menyampaikan Khutbah Hari Raya Idul Adha di Masjid Baitun Nur Nagari Selayo (Foto: IST)

Kabupaten Solok, MZK News – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Hiliran Gumanti, Zulhelmi, S.Ag., menyampaikan khutbah Hari Raya Idul Adha 1446 H di Masjid Baitun Nur Jorong Sawah Sudut, Nagari Selayo dengan judul “Hakikat Anak Secara Islam”, Jum’at (06/06/2025).

Zulhelmi mengawali dengan membacakan Qur’an Surat al-Mumtahanah ayat 4 dan as-Shafat ayat 100 sebagai landasan khutbahnya kali ini.

“Dengan kondisi generasi muda sekarang yang mulai sedikit demi sedikit terpengaruh perkembangan zaman, sementara orang tua pun lalai terhadap pembinaan anaknya, sehingga kekhawatiran kita semakin nyata terhadap perkembangan agama Islam, yaitu munculnya generasi-generasi yang jelek berdasarkan firman Allah dalam Surat Maryam ayat 59,” ujarnya.

QS: Maryam ayat 59: “Maka datanglah sesudah mereka suatu generasi yang jelek yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsu. Maka mereka kelak akan menemui Kesesatan”.

“Kalau kita renungkan dan analisa kisah Nabi Ibrahim a.s dan Ismail a.s, ada suatu suri tauladan dan contoh yang baik serta pelajaran yang sangat berharga yaitu Nabi Ibrahim mampu menjadikan Ismail pribadi yang taat dan patuh kepada perintah Allah dan orang tuanya serta menjadi anak yang shaleh,” lanjutnya.

Zulhelmi mengingatkan kembali tentang kisah pengorbanan Nabi Ibrahim karena ketaatannya kepada Allah Swt. Begitu juga dengan Nabi Ismail yang ikhlas menerima ketetapan Allah dan patuh kepada orang tuanya.

“Demikian juga, cita-cita dan harapan Ibrahim a.s dalam do’anya hanya ingin anak yang shaleh, beda dengan orang tua hari ini yang mereka ingin anaknya jadi orang sukses dan mapan. Lebih dominan kepada duniawi daripada ukhrawi. Alhasil, banyak anak-anak yang tidak patuh kepada orang tua, apalagi perintah Allah Swt,” tuturnya.

Zulhelmi mengungkapkan masih banyak anak-anak saat ini yang tidak pandai shalat, tidak bisa membaca al-Qur’an, minim pendidikan agama.

“Untuk urusan dunia dan pendidikan anak-anaknya, para orang tua berusaha mati-matian mengorbankan hartanya, berapa pun biaya untuk anaknya agar sukses dalam pendidikan duniawi akan ia usahakan, tetapi utk biaya pendidikan agama anaknya mereka abaikan dan bahkan ingin gratis,” terang Zulhelmi.

Zulhelmi memberikan contoh nyata, yaitu tidak sedikit orang tua yang mau membayar mahal biaya sekolah dan kuliah anak-anaknya hingga jutaan rupiah, tetapi enggan membayar iuran mengaji anak-anaknya di TPQ/MDTA yang hanya 5 ribu hingga 20 ribu saja per-bulannya.

“Sehingga lahirlah generasi-generasi yang tak seimbang, terjebak dalam pergaulan bebas, hamil di luar nikah, hilangnya rasa malu dan karakter/akhlaknya yang jelek. Kalau kita cari siapa yang salah, semuanya serba salah. Disalahkan orang tua secara mutlak tidak juga, disalahkan anak secara mutlak tidak juga, tetapi pada dasarnya kesalahan awal ada sama orang tua,” terang kepala KUA tersebut.

Zulhelmi mengatakan demikian berdasarkan sabda Rasulullah saw :
كل مولود يولد على الفطرة. فابؤاه يهودنه اونصرنه او يمجسانه
“Setiap anak yang lahir adalah fitrah (suci), maka orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. HR. Bukhari dan Muslim)”.

Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kab. Solok, H. Zulkifli, S.Ag., M.M., mengapresiasi Kepala KUA Hiliran Gumanti ini dan berharap setiap jajaran kantor Kemenag Kab. Solok memang menjadi pengingat dan menjadi suluh yang benderang bagi masyarakat Kab. Solok agar menjadi masyarakat yang kuat dalam tauhid dan ibadah kepada Allah.

“Masyarakat yang mengutamakan ukhrawi dibanding duniawi serta masyarakat yang memberikan perhatian penuh terhadap akhlak generasi agar tidak tergerus oleh kecanggihan tekhnologi,” ujarnya.

Reporter: Fitria

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *