ArtikelFEATUREDTOP STORIES

Memaknai Konsep Identitas Politik dan Politik Identitas

Oleh: Alvin Gumelar Hanevi, S.Pd.

Jelang pemilu tahun 2024, segenap lembaga penyelenggara pemilu mulai dari KPU, Bawaslu, dan sebagainya mulai mewanti-wanti partai politik peserta pemilu untuk menghindari penggunaan politik identitas karena dikhawatirkan menimbulkan pembelahan dan polarisasi didalam masyarakat.

Namun, salah satu partai politik peserta pemilu secara gamblang mengusung politik identitas dalam menghadapi Kontestasi pemilu 2024. Partai politik yang dimaksud adalah Partai Ummat.

Partai Ummat melalui Ketua Umumnya Ridho Rahmadi meyakini bahwa politik identitas merupakan politik yang mulia karena istilah politik identitas sendiri dalam pandangannya adalah menggabungkan antara agama dan politik yang selama ini selalu dipisahkan.

Melihat pandangan Partai Ummat menarik disimak apakah benar makna atau konsep politik identitas merupakan konsep yang positif?

Menurut Syafuan Rozi (2019: 1) memaknai konsep politik identitas sebagai sebuah strategi politik yang memfokuskan pada perbedaan dan pemanfaatan ikatan primordial sebagai kategori utamanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Fitri Rahmadi Harahap dalam bukunya yang berjudul politik identitas berbasis agama yang mengatakan bahwa politik identitas merupakan politik yang mengacu pada mekanisme politik pengorganisasian identitas (baik identitas politik maupun identitas sosial) sebagai sumberdaya dan sarana politik.

Pengamat politik Yunarto Wijaya memandang politik identitas sebagai politik yang secara sengaja mengkapitalisasi perbedaan ditengah masyarakat untuk kepentingan politik praktis.

Melihat konsep dan pemahaman mengenai politik identitas diatas sesungguhnya mengartikan politik identitas sebagai alat untuk mencapai kepentingan politik kelompok tertentu semata. Hal ini sesungguhnya sangat berbahaya apabila diterapkan di Indonesia yang dikenal sebagai negara yang multi agama dan multikulturalisme.

Namun, apa sesungguhnya yang membedakan antara identitas politik dengan politik identitas?

Jika menilik makna identitas politik yaitu segala sesuatu yang melekat pada satu kelompok atau institusi politik tersebut. Jika dimanifestasikan dalam bentuk partai politik maka bisa kita maknai sebagai contoh partai PDI-P sebagai partai yang mempunyai identitas politik yang nasionalisme, memiliki logo atau simbol banteng, dan kental dengan warna merah.

Akan berbeda identitas politik dari partai lainnya seperti Partai PKS. Identitas politik yang melekat pada partai PKS adalah islam, partai dakwah, dominan warna putih dan sebagainya. Ini merupakan bentuk dari identitas politik yang bisa kita maknai bahwa identitas politik sebagai konsep atau makna yang positif dan tidak melanggar satu norma pun.

Sedangkan konsep politik identitas seperti yang sudah dijelaskan pada paragraf sebelumnya bahwa konsep ini memiliki preferensi yang negatif karena memanfaatkan perbedaan yang ada untuk kepentingan tertentu yang sifatnya pragmatis serta merendahkan entitas dan agama lainnya. Sebagai contoh jika partai x adalah partai yang terdiri dari golongan agama mayoritas maka jika partai tersebut menggunakan politik identitas maka dia akan mengkapitalisasi kekuatan mayoritas agama tersebut untuk menjatuhkan partai yang terdiri dari agama lainnya dan mendapatkan hasil atau perolehan suara yang banyak agar tujuan meraih kemenangan di pemilu tercapai dengan cara yang licik dan tidak mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *