DaerahFEATUREDNewsTOP STORIES

Berikan Materi Raker Kemenag, Ini Proker Ketua Baznas Kab. Solok

Foto: Ketua Baznas Kab. Solok, Drs. Edwar, M.M Memberikan Materi Tentang Zakat Dalam Raker Kemenag Kab. Solok (Foto: IST)

Kabupaten Solok, MZK News – Ketua Baznas Kabupaten Solok, Drs. Edwar, M.M., menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Tahun 2023 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok di Ruang Meeting Asrama MAN 1 Solok Plus Keterampilan dengan tema “Kerukunan Umat Untuk Indonesia Hebat”, Selasa (21/03/23).

Raker ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat, Helmi, yang didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Sumbar, Nyonya Hj. Nazifah Helmi.

Materi tentang zakat diberikan oleh ketua Baznas Kab. Solok berjudul “Sosialisasi dan Evaluasi Zakat Tunjangan Kinerja dan Tunjangan Profesi Guru”.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Baznas menghimbau agar peserta raker bekerjasama bagaimana masyarakat Kab. Solok sadar akan kewajiban berzakat.

“Karena memang pemahaman masyarakat kita tentang zakat terlihat masih kurang. Ilmunya masih kurang tentang zakat ini, sehingga diharapkan kita bisa mengajak dan memberikan pemahaman kepada masyakarat bahw kewajiban zakat sama halnya dengan rukun Islam yang lainnya,” ujar H. Edwar.

Lebih lanjut, Ketua Baznas menyampaikan bahwa pendistribusian zakat di kampung-kampung cenderung untuk kelompok-kelompok tertentu saja, sehingga yang benar-benar layak menerima zakat tidak menerima.

“Kebanyakan zakat yang dikeluarkan secara pribadi hanya untuk dikonsumsi, jarang yang berzakat untuk memperbaiki ekonomi masyarakat,” komentarnya.

Fenomena lain yang muncul di tengah masyarakat ialah tidak adanya kepercayaan masyarakat terhadap pengelola dana zakat termasuk ke Baznas.

“Ke depannya, sebagai Ketua Baznas, saya minta tolong kepada tim agar menjelaskan secara transparansi kepada masyarakat agar mereka percaya dan memahaminya,” ujar Ketua Baznas itu.

Ada pun visi misi baznas ada beberapa hal: Profesional dan bertanggungjawab, terwujudnya masyarakat yang berdaulat tentang zakat, terwujudnya persamaan persepsi masyarakat tentang pentingnya zakat sama dengan rukun Islam lainnya.

“Berharap semoga visi misi ini bisa terwujud pada tahun 2023 ini,” harapnya

Ketua Baznas yang baru dilantik itu juga memaparkan, tujuan Baznas ialah bagaimana bisa mewujudkan amil zakat yang profesional. Untuk itu, UPZ perlu diberikan pembekalan dan pelatihan tentang pengelolaan zakat.

Di Kab. Solok perlu peningkatan sumber daya pengelolaan zakat agar bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untu berzakat.

Zakat juga bertujuan untuk menanggulangi masalah fakir miskin.

“Instansi yang memberikan dananya ke masyarakat juga akan diiringi oleh Baznas ke depannya,” ungkapnya.

Baznas juga melakukan pelatihan masyarakat melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Kemudian, meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan dalam pengumpulan zakat dan meningkatkan manfaat zakat untuk kesejahteraan masyarakat.

Proker Baznas Kab. Solok, di bidang umum: lebih kepada menjalin koordinasi, di bidang pengumpulan mendata muzakki, sosialisasi, mendata ulang semua UPZ yang ada di Kab. Solok, membenahi SK UPZ yang pindah tugas atau pensiun, meningkatkan pelayanan terhadap muzakki.

Kemudian, menyediakan kartu MPWZ untuk muzakki karena berperan penting bagi mereka dalam pembayaran pajak,dan memberikan penghargaan sebagai motivasi agar masyarakat mau berzakat lewat Baznas.

Di bidang kemanusiaan, prokernya ialah menyalurkan zakat fitrah ke panti-panti asuhan, pembangunan rumah tidak layak huni, ini akan kita lakukan kerja sama dengan PU Kab. Solok.

Kemudian juga tanggap umum seperti bencana kebakaran dan sebagainya, UPZ bantu informasikan kepada Baznas, team Baznas akan turun ke lapangan.

“Kenapa harus berzakat ke Baznas? Satu pertanyaan yang sering didapati di masyarakat,” ujar H. Edwar.

“Karena merujuk kepada pengumpulan zakat pada masa Khulafaurrasyidin, yaitu berzakat melalui baitul mal, kedua praktis dan mudah.

“Selanjutnya, berzakat melalui Baznas merupakan syi’ar agama guna mengajak orang lain untuk berzakat, melalui Baznas dana zakat akan terhimpun lebih banyak dan bisa didistribusikan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk,” jelas Ketua Baznas itu panjang lebar.

Tampak hadir dalam raker tersebut Bupati Solok yang diwakili oleh Staff Ahli Bidang Kepemerintahan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, H. Mulyadi Markos, dan hadir juga Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar, H. Hendri Pani Dias, M.Ag.

Narasumber lainnya ialah Drs. H. Afrijal Harun yang memberikan materi tentang “Merajut Kerukunan Umat Beragama dengan Penguatan Moderasi Beragama.”

Sebagai tuan rumah, Kepala Kantor Kemenag Kab. Solok, H. Zulkifli, bersama Ketua DWP Kemenag Kab. Solok, Ny. Yessi Zulkifli, Kasubag TU, H. Fuadi Nawawi, beserta para Kasi dan jajaran Kantor Kemenag Kab. Solok.

Pada kesempatan itu, Ka. Kankemenag menyampaikan bahwa zakat gaji dan tukin ASN Kemenag harus disalurkan melalui Baznas.

“Mulai tahun 2023 ini, gaji ASN dari RA hingga Madrasah gajinya di Kemenag. Kepala madrasah dan Kepala KUA harap disampaikan kepada para pegawainya bahwa zakat gaji, zakat tukin (tunjangan kinerja) dan sertifikasi, zakatnya dikeluarkan 2,5% melalui Baznas,” jelas Ka. Kankemenag.

Dalam sambutannya, Bupati Solok yang diwakili oleh Staff Ahli Bidang Kepemerintahan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, H. Mulyadi Markos, juga menyampaikan tentang pengumpulan dana zakat melalui Baznas Kab. Solok.

“Baznas Kab. Solok sudah terbaik di tingkat nasional. Pelayanan Baznas Kab. Solok selama ini sudah cukup baik. Dalam upaya mengentaskan kemiskinan, Pemda akan bergandengan tangan dengan baznas, agar pada tahun 2024 angka kemiskinan di Kab. Solok bisa terentaskan,” ujar Markos.

“UPZ Kab. Solok bisa bergerak lebih luas lagi, agar pendapatan di Baz meningkat, agar bisa membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Semoga Baznas Kab. Solok bisa lebih baik lagi ke depannya,” harapnya.

Raker tersebut diikuti secara langsung oleh 40 orang yang terdiri dari Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kepala Madrasah, Pimpinan Pondok Pesantren, Ketua Kelompok Kerja, Ketua Pokjaluh, Ketua MGMP, dan Ketua MKPP

Sedangkan sekitar 100 orang peserta raker mengikuti melalui zoom meeting yaitu wakil-wakil kepala madrasah, Kepala TU, pejabat fungsional, para penghulu dan penyuluh agama.

Reporter: Fitria

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *