Terdakwa Pelaku Pelecehan Seksual Divonis 10 Bulan Penjara Oleh Hakim PN Lahat

Foto: Humas PN Lahat, Diaz Nurima Sawitri saat melakukan Keterangan Pers kepada Awak Media (Foto: IST)

Lahat, MZK News – Sidang lanjutan yang digelar di PN Lahat dengan pokok Perkara nomor: 32/pidsus-anak/2022/PN.Lahat terdakwa dengan inisial MAP dan OOH yang dipimpin Hakim Ketua, M. Chosin Abu Said, S.H., sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Abi Abibullah, S.H., Selasa (3/01/2023).

Dari hasil keputusan Hakim Ketua, bahwa 2 terdakwa yaitu MAP dan OOH pelaku dibawah umur divonis 10 bulan penjara potong masa tahanan.

Namun disini yang menarik dari perhatian setelah putusan hakim, korban pelecehan seksual (AP) menangis histeris dan menjerit, seakan tidak menerima atas hasil putusan hakim. Begitu juga Keluarga AP yang memadati persidangan dan menunggu dari awal pukul 09.00 WIB, hingga keluar putusan hakim. Mereka protes dan sempat gaduh usai sidang di ruang anak.

Sejumlah awak media mengambil tayangan korban menangis histeris, sehingga pihak Polres Lahat melakukan pengamanan bagi hakim, dan jaksa.

Foto: Keluarga AP, protes di luar ruangan sidang atas putusan Hakim terhadap terdakwa MAP dan OOH.

Terpisah Ketua Pengadilan Negeri Lahat melalui jubir Humas PN Lahat, Diaz Nurima Sawitri dalam keterangan persnya Selasa (3/01/2023) kepada awak media mengatakan, bahwa ke 2 terdakwa yang divonis 10 bulan penjara karena mereka masih anak dibawah umur.

“Terkait masalah putusan merupakan kewenangan hakim. Bahkan, Ketua Mahkamah Agung sekalipun tidak bisa mencampuri putusan seorang Hakim dengan didasarkan fakta-fakta persidangan dengan alat bukti dan anak juga pelakunya,” ujarnya.

Pastinya, kata Diaz, pelakunya sudah dipertimbangkan dari sisi undang-undang sistem peradilan pidana anak.

“Semua sudah dipertimbangkan baik sisi korban dan pelaku, hakim sudah memutuskan seobyek mungkin,” kata Dias.

Reporter: UjK/ Hery

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *