Pesta Kebahagiaan Pernikahan di Desa Woro Berujung Ricuh

Foto: Kapolsek Madapangga, IPDA Kader (Foto: IST)

Bima, MZK News – Pesta kebahagiaan atas pernikahan Aris Munandar-Nuryaya asal Desa Woro, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat kemarin berujung ricuh.

Menurut keterangan beberapa sumber yang enggan disebutkan identitasnya dalam berita ini, kericuhan berawal adanya pergesekan antara anak-anak usia sebaya saat asyik berjoget. Tidak selang lama, lalu terjadilah perkelahian di antara anak-anak tersebut.

Ironisnya, seusai kericuhan tersebut, terduga pelaku sontak datang hingga melayangkan sebilah benda tajam ke arah tubuh korban. Akibatnya, korban dilarikan ke Puskesmas Madapangga guna tindakan medis.

“Kami kira ia datang melerai anak-anak yang berkelahi dan ternyata terduga datang dengan amarahnya langsung menusuk korban sehingga korban harus dilarikan ke puskesmas,” ungkapnya.

Kapolsek Madapangga, IPDA Kader yang dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Ya, benar ada peristiwa tersebut dan terduga pelaku sedang kita kejar untuk proses penegakan hukumnya,” kata kapolsek.

Dia menjelaskan, usai kejadian, bersama anggota langsung turun mencari keberadaan terduga pelaku, namun belum berhasil.

keramaian yang membuat jatuh korban penusukan tersebut, pihaknya tidak pernah menerima pemberitahuan dari orang yang punya hajatan sehingga dalam aktivitas tersebut tidak ada anggota yang mengetahuinya.

“Saya tidak pernah menerima informasi terkait adanya aktivitas tersebut sebelumnya sehingga aktivitasnya tidak ada anggota yang turun mengamankannya,” jelasnya.

Dia menegaskan, bagi masyarakat yang hendak ingin mengadakan hiburan pernikahan, sunatan, ulang tahun, atau sejenisnya dengan orgen maupun viol/biola harus memberitahukan terlebih dahulu kepada pihak kepolisian agar dapat dipertimbangkan.

“Jika tidak ada izin dikeluarkan kepolisian untuk hal tersebut, maka kegiatannya akan dibubarkan dengan paksa demi menghindari terjadinya tindakan yang dapat memicu kamtibmas terganggu,” tegasnya.

Dia berharap, masyarakat harus sedini mungkin untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum dan atas peristiwa tersebut, pihaknya sudah menindak sesuai mekanisme dan prosedural.

“Kami sudah memanggil para saksi dan masyarakat jangan mudah terprovokasi atas kejadian tersebut. Serahkan sepenuhnya polisi memprosesnya secara profesional,” pungkas Pria yang pernah menduduki jabatan sebagai Kanit Tipiter Polres Bima.

Sementara itu, Kepala Desa Woro, Abdul Farid, mengakui, pihaknya sangat mendukung tindakan hukum dilakukan Polsek setempat.

“Saya sangat apresiasi kinerja Polsek yang begitu cepat bertindak atas kasus tersebut,” kata kades.

Dia berharap, tatkala terduga pelaku sudah berhasil ditangkap agar diproses dan dihukum seadil-adilnya.

Dia pun menjelaskan, terkait aktivitas masyarakat berupa hiburan yang diiringi orgen, viol, dan sejenisnya mesti meminta surat pengantar dari desa untuk menjadi acuan pihak kepolisian dalam memproses lanjut.

“Kami desa hanya bersifat mengeluarkan rekomendasi saja dan untuk izinnya kewenangan polisi,” jelasnya.

Pria berjiwa sosial itu menambahkan, kendati demikian, namun bukan berarti pihak pemerintah desa lepas koordinasi dengan pihak kepolisian.

“Jika adanya tindakan yang dapat memicu hal-hal yang mengganggu kamtibmas, kegiatan langsung dibubarkan oleh polisi,” pungkasnya.

Reporter: Habe

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.