Aktivis 98 Kecam Pj Gubernur Papua Barat Terkait Pelantikan PJ Bupati Maybrat

Foto: Jojo salah seorang Aktivis 98 yang mengecam tindakan PJ Gubernur Papua Barat (Foto: IST)

Bogor, MZK News – Jojo sebagai Aktivis 98 sangat mengecam tindakan Pj Gub Papua Barat Paulus Waterpauw yang melantik Pj Bupati Maybrat yang bukan berasal dari Orang Asli Papua. Hal ini sangat Mencedrai semangat Otus Jilid II di Tanah Papua.

Sebagai aktivis 98 yang mengawal reformasi yang lebih mengedepankan demokrasi akan melakukan konsolidasi aksi protes pekan depan ke Presiden Jokowi di Istana Negara # Save Papua # Save Maybrat meminta agar PJ Gub Papua Barat segera dicopot dan Presiden Jokowi diminta evaluasi kebijakan Pj Bupati Maybrat dan kembalikan ke Orang Asli Papua sesuai dengan semangat Otsus Jilid II Papua.

Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat merupakan salah satu daerah jabatan Bupati telah berakhir dan untuk mengisi Kekosongan di perlukan Penjabat Bupati harus Orang Asli Papua

Semangat untuk terus menjaga Pelayanan dan Keamanan serta ketertiban dengan menjamin tetap berjalannya Pemerintahan, maka selayaknya Pemerintah Pusat mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aspek Psikologis masyarakat Maybrat agar kerja pemerintah daerah terus berjalan dengan baik

Petunjuk dan dasar hukum mengenai mengisi kekosongan pemerintahan di Kabupaten Maybrat perlu ditunjuk penjabat bupati, maka usulan penjabat bupati dilakukan oleh pemerintah daerah provinsi dan kabupaten kota, sesuai dengan ketentuan dasar hukum yang mengatur mengenai penunjukan penjabat terdapat dalam regulasi yang mengatur soal Pilkada No. 8 Tahun 2015, UU No.10 Tahun 2016, dan UU No. 6 Tahun 2020

Prosedur, dan mekanisme tata cara pengusulan, serta prosedur kepangkatan dan golongan tercantum di dalamnya. Dalam hal penunjukan Penjabat Kepala Daerah Provinsi Papua Barat, khususnya Kabupaten Maybrat Presiden melalui Mendagri harus merujuk juga ke dalam UU Otsus Nomor 21 Tahun 2001 dari hasil perubahan menjadi UU Nomor 2 Tahun 2021, dimana diamanatkan dalam PP 106 tentang kewenangan khusus, khususnya dalam pasal 27, pasal, 28, pasal 29 dan 30.

Jojo sang Aktivis mengatakan bahwa managemen ASN wajib mengutamakan orang asli pribumi setempat yang telah mengerti keadaan wilayahnya.

“Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dimana dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, khususnya manajemen ASN wajib mengutamakan orang asli papua (OAP). OAP adalah prioritas yang diamanatkan dalam rangka menjawab latar belakang lahirnya Otsus, yaitu semangat afirmasi, proteksi dan pemberdayaan kepada OAP dalam segala bidang, termasuk Aparatur Sipil Negara,” jelas Jojo.

Dalam konteks penunjukan Penjabat Bupati Maybrat yang dijabat oleh pejabat dari Non Papua. Maka sesungguhnya hal tersebut tidak sejalan dengan semangat UU Otsus yang baru saja diundangkan dalam lembaran negara Republik Indonesia, dan oleh sebab itu agar mengedepankan UU Otsus sebagai bentuk penghargaan dan menghormati kedudukan dari UU Otsus sebagai instrumen kebijakan bagi Papua

Jojo juga menambahkan bahwa seperti yang didapat informasi kandidat yang diusulkan oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Maybrat 3 orang asli Papua, tapi kenapa yang dilantik bukan orang asli Papua.

“Seperti informasi yang saya dapatkan, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat telah mengusulkan tiga nama, yaitu Dr. Naomy Netty Howay, Markus Jitmau, Ferdinandus Taa. Sementara melalui Pemerintah Provinsi Papua Barat telah mengusulkan putra asli Papua Dr.Origenes Ijie, Jhony Way, dan Oktovianus Mayor tapi kenapa yang di lantik bukan orang asli Papua hal ini yang membuat kekecewaan terjadi di Masyarakat Maybrat terutama Prov Papua Barat karena yang di lantik sebagai PJ Bupati Maybrat merupakan Bukan Orang Asli Papua Dr. Bernad Rondonuwu sebagai PJ Bupati Maybrat dimana beliau merupakan salah satu Direktur Satpol PP Kemendagri sementara banyak SDM Orang Asli Papua yang duduk di ASN mampu menjadi Penjabat Bupati di Maybrat,” jelas Jojo Aktivis 98 saat ditemui awak media, (23/08/2022).

Reporter: Basirun

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.