Abenomics dan Kemajuan Ekonomi Jepang

Sumber Foto: (http://SinPo.id)

Oleh: Alvin Gumelar Hanevi, S.Pd.

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Meninggal pada Jumat (8/7/2022) setelah ditembak pada bagian dada ketika sedang berkampanye di Kota Nara.

Kematian Shinzo Abe menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat Jepang dan juga pemimpin dunia. Beberapa pemimpin dunia seperti Donald Trump, Malcolm Trumbel, Tony Abbott, Lee Hsien Loong, dan juga Presiden Jokowi tak lupa menyampaikan pesan duka dan mengutuk aksi pembunuhan terhadap mantan PM Jepang tersebut.

Melihat sepak terjang Shinzo Abe selama kepemimpinannya memang patut diacungi jempol. Kebijakan ekonominya yang terkenal yaitu Abenomics berhasil membawa kemajuan bagi perkenomian Jepang yang sejak tahun 90-an mengalami stagnasi.

Abenomics atau kebijakan ekonomi Jepang yang diinisiasi oleh Shinzo Abe berhasil mengekspansi ekonomi Jepang hingga ke dunia internasional. Abenomics berhasil menekan angka pengangguran (4,0%) dari tahun 2012 hingga turun menjadi (3,7%) pada tahun 2013 selama kepemimpinan Shinzo Abe.

Beberapa upaya yang dilakukan dalam sistem Abenomics ini diantaranya quantitative easing yang agresif dari bank Jepang, kemudian pengeluaran besar-besaran belanja Jepang untuk pembiayaan infrastruktur publik dan devaluasi mata uang Yen menjadikan Shinzo Abe menjadi Perdana Menteri Jepang terlama yang menjabat selama empat periode (2006-2007-2012-2020)

Kepiawaian Shinzo Abe dengan kebijakan Abenomics membuat Jepang menjadi negara yang disegani oleh negara lain. Beberapa proyek infrastruktur yang dibangun dan investasi besar-besaran mendukung pembelanjaan Jepang membuat Jepang berhasil menjadi negara dengan perekonomian yang meningkat setiap tahunnya.

Menurut situs Investopedia mengemukakan Abenomics dalam 3 pendekatan yang unik. Pertama yaitu mencetak mata uang Yen sebanyak-banyaknya sehingga menimbulkan inflasi moderat. Hal ini berdampak positif karena mendorong produk Jepang lebih terjangkau kepada konsumen. Kedua mencetak uang di pasar untuk menstimulasi permintaan dan konsumsi sehingga menggenjot pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek dan mencapai surplus anggaran. Ketiga reformasi berbagai aturan yang menghambat investasi dan mendorong perusahaan swasta untuk lebih kompetitif dalam melaksanakan sistem ekonomi pasar. Hal itu mendorong banyak perusahaan mampu membayar pajak sehingga meningkatkan PDB Jepang secara signifikan.

Selain itu, Abenomics juga membuat Undang-undang untuk memodernisasi pertanian, merestrukturisasi industri utilitas dan farmasi dan meliberalisasi sektor kesehatan sehingga mampu mengendalikan inflasi yang sewaktu waktu mengancam perkenomian Jepang.

Ditengah problematika yang melanda Jepang seperti populasi masyarakat Jepang yang semakin menua dan rendahnya kemampuan konsumsi mampu diatasi oleh Shinzo Abe dengan kebijakan Abenomics yang luar biasa.

Walaupun gagal dalam mengatasi dampak Pandemi Covid -19 di Jepang, namun kehebatan dan kejeniusan Shinzo Abe dengan kebijakan Abenomics tidak serta merta membuat namanya tenggelam dimakan sejarah.

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.