Ketua LSM PAR Angkat Bicara Terkait Permainan Lelang Cessie Oknum BTN Cabang Bogor

Foto: Sertifikat bukti tanda Tak (Foto: IST)

Bogor, MZK News – Oknum Bank Tabungan Negara (BTN) cuci tangan merasa tak bersalah seakan tak berdosa yang dilakukun oleh oknum BTN Cabang Bogor. Pasalnya permainan lelang Cessie ke pihak Rekanan berinisial PT BSA, Direktur yang berenisial MG, beralamat di bilangan Bekasi, Jawa Barat.

“Kami tidak merasa menjual atau mengalihkan hak kami pada siapa pun, dan bagaimana pun ini adalah hak kami,” tandas konsumen EP, WS dan FD dengan nada sedih.

Bermula dari akad kredit perumahan subsidi, dari pihak nasabah ke pihak Bank yang sudah diselipkan kalimat tentang Cessie tanpa diberitahu atau dibacakan terlebih dahulu di hadapan Notaris, langsung disuruh tanda tangan. Hal ini yang menjadi pokok mendasar dari pihak oknum Bank, bisa bermain dipikirannya sudah kuat dasar hukumnya, tanpa memikirkan tentang Undang-undang No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen dan ketentuan yang tidak boleh dilakukan oleh pihak Perusahaan maupun per Bank yang di atur dalam Undang-undang Kasulla Baku.

“Mengingat hal tersebut, beberapa konsumen di bilangan Perumahan Bilabong Permai, Desa Cimanggis, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, depresi akibat ulah kedatangan oknum anak timur suruhan GM untuk mengosongkan rumahnya dengan alasan rumahnya sudah di beli PT BSA kepada Bank BTN,” ungkap oknum tersebut.

Khotman mengungkapkan, demi kepentingan umum secara akhlak dan moral, dirinya selaku Ketua Umum Pengembangan Aspirasi Rakyat (PAR), berperan aktif akan melaksanakan musyawah cari jalan keluarnya jangan sampai merugikan kedua belah pihak, tapi kekeh dari pihak MG bertahan di atas ratusan juta per unit dan melakukan hal tidak terpuji, maka dari itu kami pun siap akan adakan somasi dan akan melaporkan ke semua pihak termasuk ke Mabes Polri, melalui legal kami dengan gugatan secara pidana dan perdatanya.

Khotman idris, juga mengkonfirmasi ke pihak BTN yang ditemui Budi mengatakan, betul Cessie itu ada kami dari pihak Bank hanya menjual tunggakan piutang bukan asetnya ke pihak rekanan, dan Cessie ini sudah dicabut oleh Kanwil. Tapi jujur, kata Khotman piutang konsumen cuma delapan juta, bahkan ada yang sisa tiga juta, kalau memang dari pihak konsumen tetap bertahan dengan hak Aset rumahnya harus membayar ratusan juta.

Budi menjawab, itu udah keterlaluan ketahuan saya, Cessie yang diserahkan ke pihak ketiga dibawah lima puluh juta tunggakan piutangnya dari pihak kanwil sudah dua kali memanggil penerima Cessie yang bernama GM tapi dia abaikan.

Reporter: Basirun

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.