Edward: Jadikan Media Sebagai Mitra Kerja, Bukan Musuh

Foto: Edward, dari Humas Pemkab OKU (Foto: IST)

OKU, MZK News – Edward dari Humas Pemkab OKU, mengatakan, bangun komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan media sebagai mitra kerja yang dapat mendukung program kerja. Hal itu disampaikan, Edward, S.E., Subag Komunikasi Pimpinan dalam acara orientasi tentang kemitraan dengan Jurnalis MZK dan media kerjasama Humas pemkab Kabupaten Ogan Komring Ulu (OKU), Senin ( 20/06/2022).

Menurutnya, kita harus ingat media sangat bermanfaat, karena tidak semuanya media sangat suka pada masalah sosial besar, penting (big sosial issue), kemudian yang bermanfaat untuk masyarakat umum, percapaian yang besar, dan media juga membantu audience mengerti/membidik. Misalnya, bagaimana dampak ASI eklusif kepada kecerdasan anak dan perekonomian.

“Adapun hal yang perlu kita miliki menghadapi wartawan, adalah perlu punya kepercayaan diri dapat berbicara dengan baik dan kepercayaan diri yang mantap. Itu akan terjadi jika kita telah melakukan persiapan dengan baik,” ujarnya.

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah memiliki data-data yang khusus/contekan yang bisa anda sampaikan saat menghadapi wartawan yang datang mengintrogasi anda.

Pak Edwar, S.E., sebagai Subag komunikasi memberikan tips tetang Komunikasi yang efektif dengan Wartawan. Orang akan bertindak sesuai informasi yang diterimanya, misalnya merokok, jika orang tidak mendapatkan informasi tentang bahaya merokok maupun penyakit yang diderita perokok, maka sulit bagi perokok untuk berhenti merokok. Maka informasi yang diterima sangat berpengaruh bagi si perokok untuk bertidak dengan berhenti merokok.

“Kemudian, tujuan komunikasi yang baik dengan media, yaitu untuk mengubah opini, membangun (membina) reputasi (nama baik), mempertahankan citra (image) sebuah brand, membangun hubungan baik (relationship) meluncurkan sebuah produk (jasa,ide), menangani krisis komunikasi, memanfaatkan “kekuatan” pihak ketiga untuk mendorong program, jasa, layanan kesehatan dll,” imbuh Edwar.

Dia menambahkan, wartawan ada 2, yaitu berkompeten dan berkerja berdasarkan kode etik profesi, kemudian ada wartawan “bodrex” dengan misi mencari uang dan dari media yang tidak jelas, membangun sistem komunikasi menggalang dukungan Media, LSM, dan Masyarakat umum dalam kegiatan yang diliput. Informasi yang dikeluarkan berdasarkan fakta dan harus memperhatikan kebenarannya tersebut.

“Membangun jaringan dengan media, menggunakan pola yang bersifat formal dan informal. Formal dengan mengirimkan opini, saran pers, undangan media, konferensi pers. Sedangkan informal dilakukan dengan kontak langsung antara humas dengan wartawan dalam hubungan personal,” pungkas Edwar.

Sementara, Widodo, S.T., dari LSM Penjara menambahkan, yang harus kita pahami, media selalu mencari nilai jual untuk mencari berita terhangat /menarik untuk dipublikasikan. Jadi sebaiknya kita jangan menunggu, sekali-kali secara pro aktif datang langsung menemui wartawan jika ada berita atau masalah yang perlu diketahui oleh publik, jangan sampai menjadi isu negatif yang dibuat oleh wartawan tanpa ada konfirmasi langsung dari kita.

“Maka, sebaiknya ajak wartawan ketempat kejadian dan mereka bisa melihat langsung bagaimana masalah yang terjadi dan kita bisa menjelaskan secara langsung fakta berita yang terjadi. Kemudian, wartawan bisa dengan baik menggambarkan berita itu pada media dengan baik dan menjadi tidak bernilai negatif,” ujar Widodo, S.T., mengakhiri ucapannya.

Reporter: Rosidi

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.