Mahasiswa KPM STAIN TDM Meulaboh Gelar Festival Anak Soleh

Foto: Salah satu peserta Festival Anak Soleh melantunkan Al-Quran (Foto: IST)

Meulaboh; MZK News – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Negri Teungku di Rundeng (STAIN-TDM) Meulaboh di Gampong Pasi Ara Kuala Bhee Woyla menggelar Festival Anak Soleh dengan tujuan menciptakan Generasi Qur’ani dengan semangat Ramadan Kareem.

Kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa KPM STAIN-TDM Meulaboh setelah salat tarawih, sudah berlangsung mulai sejak tanggal 11 dan akan berakhir 14 April 2022. Festival anak tersebut memperlombakan beberapa cabang yaitu, Tilawatil Qur’an, Tahfidz Qur’an, dan Lomba Azan untuk kalangan anak-anak.

Samsuardi B selaku Ketua Pelaksana dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang berlangsung tersebut adalah berkat kerjasama dengan aparatur desa serta masyarakat setempat hingga acara yang di cita citakan sejak awal itu terlaksana.

“Berkat kerjasama Aparatur Desa dan Pemuda Gampong Pasi Ara, alhamdulillah kegiatan festival anak soleh ini kita selenggarakan” papar Samsuardi kepada Mzknews.co, Selasa (12/04/2022).

Kegiatan tersebut bukan melihat siapa pemenang dan kalah, tetapi adalah ajang untuk melatih mental anak-anak untuk terbiasa tampil di depan orang banyak.

“Acara sederhana ini tujuan utamanya adalah untuk memperlancar bacaan serta mengembangkan minat adek-adek supaya lebih mencintai Al-Quran. Kedepan mereka lah yang akan meneruskan perjuangan estafet perubahan daerah. Nanti diantara mereka pasti ada yang menjadi orang hebat. Ada yang jadi camat, kechik, bahkan bisa jadi bupati InsyaAllah. Karena kehendak Allah itu tidak ada yang tidak mungkin,” jelasnya.

Sementara itu, Kechik Gampong Pasi Ara, Said Basyah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat beserta aparatur desa yang sudah bersusah payah demi menyukseskan acara ini hingga acara berlangsung.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah membantu bersusah payah sedari pagi hingga pada malam ini acara terlaksana dengan begitu meriah,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan seperti ini anak-anak terbiasa berdiri di depan hingga nanti ketika mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di tingkat yang lebih maksimal, tidak merasa minder saat berada di atas mimbar yang disaksikan orang banyak.

“Dengan adanya festival yang digelar Mahasiswa KPM ini adalah suatu cara untuk melatih mental anak-anak, sehingga tidak gemetar lagi ketika tampil di MTQ nnti,” kata Said Basyah.

Reporter: Rovki

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.