Keutamaan Membaca Ayat Kursi

Oleh: Khoirul Anam

Al-Quran adalah obat dari segala penyakit, cahaya dari segala penerangan, teman dari segala kesusahan, dan penyejuk dari segala kesumpekan. Al-Quran berjanji, siapa saja yang setia menemani atau menjadikannya sebagai teman di dunia, maka kelak dia akan memberikan syafaat/pertolongannya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw.

“Bacalah al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi orang yang membacanya,” (HR. Muslim).

Bukan hanya itu, masih banyak lagi pembahasan mengenai keutamaan dan juga manfaat dalam bercinta/bersama dengan al-Quran. Dalam membaca al-Quran, terdapat banyak sekali keutamaan serta manfaatnya bagi kita semua. Dialah obat bagi hati yang sedang gundah, hati yang sedang sumpek, hati yang sedang dilanda keraguan dsb.

Menjadi obat hati, ketika orang mau membaca sekaligus merenungkan artinya. Hal ini sebagaimana telah di kumandangkan dalam salawat-salawat atau syiiran yang berjudul “Tombo Ati”.

Dalam ayat-ayat al-Quran, banyak darinya yang digunakan tiap-tiap orang sebagai amalan-amalan pribadinya, sesuai apa yang telah dia ketahui. Ada yang  mengamalkan di tiap pagi dan sorenya, seperti ayat ini, atau surat ini dan itu, dan juga ada yang mempunyai keistimewaan lain, yang lebih dari ayat atau surat, yaitu orang yang bahkan bisa membaca sampai beberapa juz dalam tiap harinya.

Memang, setiap ayat al-Quran mempunyai keutamaan dan keistimewaan tersendiri, bagi mereka yang mengetahui, seperti ayat kursi. Kita tentunya sudah paham apa itu ayat kursi. Ayat kursi merupakan salah satu ayat yang ada di dalam surah al-Baqoroh, terletak di akhir surah. Dan juga ayat yang sering dibaca orang dalam dzikir setelah melakukan salat fardhu.

Ayat ini mempunyai keutamaan yang luar biasa, ketika kita mau mengamalkannya dengan rutin. Salah satu waktu yang digunakan untuk melakukannya adalah saat setelah salat fardhu. Keutamaannya adalah sebagaimana sabda Rasulullah Saw,

“Siapa yang membaca ayat kursi setiap sehabis salat fadhu, dijamin baginya masuk surga. Tidak ada suatu hal yang menghalanginya kecuali menunggu kematian. (HR. an- Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubro).

Nah, kalau kita pahami dan cermati dari hadits di atas, mengapa kita tidak mau melakukannya, jika hanya membacanya kita dijamin akan masuk surga? Meski begitu, kita tidak boleh menerima mentah-menatah begitu saja, dan jangan mentang-mentang sudah melakukannya, terus tidak melakukan kewajiban lain, serta menjauhi larangan-larangan-Nya, itu salah namanya. Meskipun telah mengamalkannya, tapi jangan lupa juga untuk melakukan kewajiban yang lainnya.

Selain itu, ayat ini bisa juga kita amalkan pada saat menjelang tidur, yang manfaatnya kita tidak akan diganggu oleh syaitan atau hal-hal ghaiib lainnya, jangankan mengganggu, mendekati saja mereka tidak berani, jika kita benar-benar melakukannya dengan rutin.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Rahasia Pintu-pintu Keberkahan dan Rezeki buku Syekh Ali Jaber (Alm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.