FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

Fasilitasi Nikah Gratis 50 Pasangan, Kemenag Gelar Nikah Fest 2026 di Jakarta

Jakarta, MZK News – Peningkatan kualitas pelayanan keagamaan dan kemudahan akses administrasi pencatatan sipil terus dipacu oleh pemerintah bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah strategis ini dioptimalkan guna memberikan solusi nyata bagi pasangan kekasih yang ingin melegalkan ikatan pernikahan tanpa terkendala biaya.

Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Ditjen Bimas Islam merealisasikan komitmen tersebut dengan menggelar agenda massal bertajuk Nikah Fest 2026 ‘One Stop Nikah Solution’. Perhelatan sakral ini memfasilitasi sebanyak 50 pasangan calon pengantin (catin) untuk melangsungkan prosesi sakral secara gratis di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Dari total kepesertaan tersebut, sebanyak 31 pasangan catin melaksanakan akad nikah massal secara langsung di lokasi pusat acara. Sementara itu, 19 pasangan lainnya terjadwal melangsungkan prosesi ijab kabul di Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar sesuai wilayah domisili masing-masing.

Agenda mulia ini diselenggarakan secara terpadu bersamaan dengan momentum pameran Islamic Wedding Expo 2026 yang berlangsung pada 27–28 Juni 2026. Pergelaran yang menyedot perhatian publik ini dirancang khusus sebagai bagian dari rangkaian festival keagamaan Peaceful Muharam 1448 Hijriah.

Momen bahagia tersebut terasa semakin istimewa seiring dengan kehadiran Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Syafi’i, yang turun langsung memberikan nasihat perkawinan. Dirinya mengapresiasi tinggi kolaborasi program ini karena dinilai efektif menghapus keraguan finansial masyarakat yang sempat menunda pernikahan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bukti kehadiran negara dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang selama ini sudah sampai pada keputusan menikah tapi membayangkan proses dan pembiayaan, sehingga menunda niat sucinya,” ujar Wamenag Romo Syafi’i di Jakarta.

Dalam petuah keagamaan yang disampaikan secara khidmat, Wamenag menitipkan pesan mendalam mengenai esensi penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Pasangan suami istri baru diingatkan bahwa modal utama merawat pernikahan adalah menjaga titipan rasa cinta murni (mawaddah wa rahmah) yang diberikan oleh Sang Pencipta.

“Bagaimana kita merawat rumah tangga? Kita sudah dibekali Allah dua hal yaitu Waja’ala bainakum mawaddah wa rahmah, cinta dan kasih sayang. Rasa ini tidak dipelajari, tidak dibeli, dan bukan hadiah dari siapapun,” urai Romo Syafi’i di hadapan para pengantin baru.

Pihak kementerian menegaskan bahwa kokohnya fondasi keluarga kecil di tingkat desa akan menjadi cerminan utama dari ketahanan sosial sebuah negara. Oleh sebab itu, negara berkepentingan menjaga kesucian institusi pernikahan demi mencetak generasi masa depan bangsa yang berkualitas dan berkarakter.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menambahkan bahwa seluruh biaya akomodasi pengantin dalam festival ini ditanggung penuh oleh Kemenag. Mulai dari pengurusan berkas di KUA, fasilitas perias wajah (make up artist), hingga pemberian uang transportasi harian diberikan cuma-cuma demi menyemarakkan hari bahagia warga.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenag RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *