DaerahFEATUREDNewsRegionalSekolahTOP STORIES

Buka IHT di SMKN 6 Padang, Kadisdik Sumbar Habibul Fuadi Soroti Empat Tantangan Karakter Murid

Padang, MZK News – Upaya mendongkrak kualitas mutu pendidikan vokasi yang adaptif dengan kebutuhan pasar dunia kerja terus dipacu secara simultan di Sumatra Barat. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik di lingkungan sekolah menengah kejuruan.

SMK Negeri 6 Padang menggelar program peningkatan mutu bertajuk In House Training (IHT) bagi para pendidik harian. Agenda strategis tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Lantai 3 Edotel SMK Negeri 6 Padang, Kamis (11/6/2026) pagi.

Acara ini mengusung draf tema “Meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan SMK Negeri 6 Padang melalui sinkronisasi pembelajaran berbasis industri, penguatan karakter, dan kerja tim (team building)”. Forum peningkatan kapasitas kedinasan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi pembuka sekaligus kata sambutan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, S.Pd., M.Si. Dalam arahannya, Habibul menegaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan adanya lompatan besar dalam indeks pembangunan manusia di tanah air.

“Maunya pemerintah kualitas SDM Indonesia mirip dengan negara maju, salah satunya Jepang,” ujar Habibul Fuadi di hadapan puluhan tenaga pendidik SMKN 6 Padang.

Namun, mantan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik ini mengakui bahwa draf peta jalan menuju standardisasi internasional tersebut masih terganjal sejumlah hambatan mentalitas siswa. Pihaknya mengidentifikasi empat anomali perilaku remaja yang jamak ditemukan di ekosistem sekolah saat ini.

Keempat tantangan moral tersebut meliputi rendahnya daya tahan juang murid dalam belajar, merebaknya pola pikir instan, ancaman disorientasi seksual, hingga tingginya kecenderungan perilaku pro-kekerasan. Masalah sosiokultural ini dinilai berpotensi merusak masa depan angkatan kerja nasional jika dibiarkan tanpa penanganan konkret.

Merespons fenomena klaster tersebut, pemerintah daerah mendorong optimalisasi fungsi pengawasan melekat di ruang kelas melalui instrumen guru wali. Figur guru kelas dituntut bertransformasi menjadi teladan pengganti orang tua yang mampu mendeteksi perubahan emosional anak sejak dini.

“Guru wali perannya menjadi bapak atau ibu bagi anak-anak. Jadi tugas guru saat ini sangat berat, namun mempunyai pahala yang besar dan tentunya ini bisa memperbaiki karakter anak-anak kita,” harap Habibul Fuadi memungkasi arahannya.

Agenda IHT hari pertama ini dilaporkan berjalan kondusif dengan dihadiri pula oleh Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat beserta tim pengawas sekolah. Sinkronisasi kurikulum industri ini diharapkan segera diimplementasikan secara masif pada tahun ajaran baru mendatang.

Reporter: Alvin Gumelar Hanevi
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *