Sambut Pelajar Berprestasi Malaysia, Menko Yusril Ihza Mahendra Kenalkan Keragaman Budaya Indonesia
Jakarta, MZK News – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menghadiri agenda diplomatik kepemudaan. Langkah ini diwujudkan melalui kehadirannya dalam acara Gala Dinner of Malaysia’s BEST SPM Talents Trip to Indonesia di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Acara makan malam formal tersebut dihadiri langsung oleh perwakilan delegasi Malaysia, Dato’ Zuraidi Rahim. Pertemuan ramah tamah ini diikuti oleh puluhan pelajar berprestasi asal Malaysia yang terpilih mengikuti program pertukaran budaya dan perluasan wawasan pendidikan antardua negara.
Dalam sambutan hangatnya, Menko Yusril memperkenalkan rekam jejak sejarah dan kekayaan pluralisme Indonesia, khususnya kota Jakarta. Ia mengulas transformasi ibu kota yang tumbuh dari Jayakarta dan Batavia hingga kini menjadi pusat peradaban, ekonomi, serta kebudayaan nasional.
Yusril menjelaskan bagaimana keberagaman etnis, budaya, dan agama berhasil dikelola menjadi kekuatan utama pembentuk identitas bangsa yang majemuk. Nilai-nilai toleransi inilah yang diperkenalkan kepada para siswa agar menjadi cerminan keharmonisan hidup di kawasan Asia Tenggara.
Kedekatan historis, kultural, serta linguistik juga menjadi poin penting yang disorot dalam pertemuan tersebut. Menko Yusril menegaskan bahwa Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu memiliki akar serumpun yang sama, sehingga mempermudah interaksi sosial serta memperkuat solidaritas warga kedua negara.
Di hadapan para siswa berprestasi, Yusril turut membagikan memoar dan pengalaman pribadinya saat menempuh studi pendidikan tinggi di Malaysia. Pengalaman masa lalu tersebut memberinya perspektif luas mengenai peran vital dunia akademik dalam membentuk karakter dan membangun jembatan diplomasi.
Ia menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan instrumen investasi jangka panjang yang nilainya jauh melampaui kelimpahan sumber daya alam. Generasi muda dari kedua negara serumpun didorong untuk terus mengasah kompetensi diri demi memimpin kemajuan peradaban masa depan.
“Hubungan Indonesia dan Malaysia tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui hubungan antargenerasi muda. Pendidikan menjadi investasi penting untuk membangun masa depan dan memperkuat persahabatan kedua bangsa,” ujar Yusril Ihza Mahendra secara lugas.
Yusril berharap para peserta dapat memanfaatkan kunjungan edukasi ini secara optimal untuk mengenal karakteristik masyarakat Indonesia dari dekat. Jejaring sosial yang terbangun sejak bangku sekolah diyakini mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang adaptif terhadap tantangan global.
Melalui momentum kolaboratif ini, pemerintah berharap ikatan emosional antara Indonesia dan Malaysia semakin kokoh di tingkat tapak akar rumput. Penguatan kerja sama sektor pendidikan dan pertukaran budaya ini diposisikan sebagai fondasi penting dalam menciptakan kawasan ASEAN yang maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenko Kumham Imipas RI

