DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Perangi Obat Ilegal, BBPOM Pekanbaru Gandeng Lintas Sektor Teken Komitmen Bersama

Pekanbaru, MZK News – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru sukses menyelenggarakan kegiatan “Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT)”. Agenda krusial yang dipadukan dengan penandatanganan komitmen bersama ini digelar di Balai Pauh Janggi, Kediaman Gubernur Riau, Rabu (20/5/2026).

Acara ini dirancang sebagai langkah taktis untuk memperkuat benteng pertahanan preventif di Provinsi Riau. Fokus utama dari gerakan massal ini adalah melindungi kesehatan masyarakat, terutama menyelamatkan generasi muda dari bahaya ketergantungan obat kimia berbahaya.

Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, mengungkapkan bahwa peredaran gelap OOT seperti Tramadol, Triheksifenidil, Ketamin, hingga Dekstrometorfan kini sudah berada di level yang sangat mengkhawatirkan. Fenomena ini dinilai berpotensi merusak masa depan dan menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.

Pihak BPOM menegaskan bahwa tindakan represif berupa penggerebekan dan penyitaan barang bukti selama ini telah masif dilakukan. Namun, strategi hukum tersebut wajib diimbangi dengan gerakan pencegahan yang terintegrasi agar hasilnya jauh lebih optimal.

“Selama ini BPOM telah masif melakukan tindakan represif melalui penindakan. Namun, langkah tersebut akan jauh lebih optimal jika diimbangi dengan aksi pencegahan secara bersama-sama,” ujar Alex Sander saat memberikan sambutan.

Aksi nasional ini melibatkan 24 perwakilan pemangku kepentingan utama dari tingkat Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru. Kolaborasi lintas sektor ini sengaja dibentuk dari hulu ke hilir untuk memastikan pola pengawasan, regulasi, dan edukasi publik berjalan selaras di lapangan.

Rangkaian acara diisi dengan pembekalan materi edukasi mengenai bahaya medis dan hukum OOT dari pihak BBPOM, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, serta Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Seluruh peserta kemudian terlibat aktif dalam dialog interaktif untuk memetakan kendala pengawasan.

Puncak acara ditandai dengan prosesi penandatanganan pakta integritas komitmen bersama. Dokumen legal ini diharapkan menjadi dasar hukum bagi setiap instansi untuk memperketat rantai distribusi obat resmi, memperluas penyuluhan ke sekolah-sekolah, dan memutus jalur peredaran gelap.

Menariknya, momentum aksi nasional ini juga disejalankan dengan aksi minum jamu bersama guna memperingati Pekan Jamu Nasional. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata dari bumi Lancang Kuning terhadap program “Jawara” (Jamu Warisan Budaya Nusantara) yang diinisiasi oleh BPOM RI.

Melalui kampanye program Jawara, para kepala instansi diajak mengedukasi warga agar beralih ke gaya hidup sehat menggunakan obat bahan alam yang aman. Pendekatan berbasis kearifan lokal ini diyakini efektif mengalihkan perhatian remaja dari obat-obatan terlarang.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *