DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Rutan Sungai Penuh Deklarasi Zero Halinar, Razia Gabungan Bersama APH dan Mahasiswa

Sungai Penuh, MZK News – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sungai Penuh mempertegas komitmennya untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih. Pada kegiatan terbaru, seluruh jajaran melaksanakan pembacaan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Narkoba, Handphone, dan Praktik Penipuan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh PLH Kepala Rutan Sungai Penuh dan diikuti oleh seluruh pegawai dengan khidmat. Pembacaan ikrar ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk janji integritas dalam mendukung program pemberantasan barang terlarang di dalam Rutan.

Dalam arahannya, PLH Kepala Rutan menekankan pentingnya profesionalisme dan kedisiplinan bagi seluruh petugas. Ia berharap setiap jajaran mampu menjaga marwah instansi dengan tidak terlibat dalam pelanggaran apa pun.

“Komitmen untuk memberantas narkoba dan berbagai bentuk pelanggaran harus dimulai dari diri sendiri. Seluruh petugas harus menjadi teladan dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya di hadapan seluruh peserta.

Tak berhenti pada pembacaan ikrar, petugas langsung bergerak melakukan penggeledahan kamar hunian warga binaan (WBP). Kali ini, Rutan bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk memastikan transparansi razia.

Pemeriksaan dilakukan secara mendetail ke setiap sudut kamar dan barang-barang milik warga binaan. Meski dilakukan secara menyeluruh untuk mendeteksi dini gangguan keamanan, petugas tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan sopan.

Selain razia fisik, pihak Rutan juga melaksanakan tes urine secara acak terhadap sejumlah warga binaan. Langkah nyata ini diambil sebagai upaya pencegahan dini serta pemetaan terhadap penyalahgunaan narkotika di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Melalui sinergi kuat bersama APH dan unsur mahasiswa, Rutan Sungai Penuh optimis dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terpercaya. Komitmen ini diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.

Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *