DaerahFEATUREDNasionalNewsRegionalTOP STORIES

Pangkas Beban Subsidi, Hilirisasi DME Tanjung Enim Jadi Kunci Kemandirian Bangsa

Tanjung Enim, MZK News – Indonesia tengah bersiap melakukan lompatan besar untuk menghentikan ketergantungan pada energi impor. Melalui PT Bukit Asam Tbk (PTBA), pemerintah kini mengakselerasi hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai solusi permanen atas tingginya beban impor LPG, Selasa (5/5/2026).

Langkah strategis ini bukan sekadar proyek industri biasa, melainkan implementasi nyata dari Asta Cita dan amanat Pasal 33 UUD 1945. Fokus utamanya adalah menyelamatkan devisa negara yang selama ini tersedot untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.

Saat ini, neraca perdagangan Indonesia terus tertekan akibat impor LPG yang mencapai angka fantastis. Kondisi ini diperparah oleh dinamika geopolitik global yang membuat harga energi dunia menjadi sangat fluktuatif dan tidak menentu.

Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan fakta krusial mengenai kondisi energi nasional saat ini. Menurutnya, percepatan proyek di Tanjung Enim adalah kunci untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di masa depan.

“Pengembangan DME di Tanjung Enim menjadi langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, yang saat ini masih mencapai sekitar 80% dari kebutuhan nasional,” tegas Rosan pada Kamis, 29 April 2026.

Senada dengan hal tersebut, Komisaris Utama MIND ID, Fuad Bawazier, melihat proyek ini dari kacamata kemandirian bangsa. Ia menyebut bahwa keuntungan dari hilirisasi ini melampaui angka-angka yang tertera dalam laporan keuangan korporasi.

Fuad menekankan bahwa penghematan devisa dan kedaulatan energi adalah manfaat intangible yang sangat besar bagi rakyat. Proyek ini diharapkan mampu menjawab tantangan subsidi energi yang terus membengkak setiap tahunnya.

“Proyek DME memberikan keuntungan yang besar bagi negara. Mudah-mudahan proyek ini bisa terwujud sesuai target supaya kita bisa jadi negara yang mandiri energi dan pangannya,” ujar Fuad.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, memastikan bahwa hilirisasi ini akan menciptakan ekosistem industri baru. Selain memberikan nilai tambah pada sumber daya alam, proyek ini juga diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja produktif bagi masyarakat lokal.

Pihak manajemen PTBA menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan dukungan penuh pemerintah, DME akan menjadi pilar utama kedaulatan energi yang berkelanjutan dan kompetitif.

Melalui sinergi antara PTBA, Pertamina, dan MIND ID, Indonesia optimistis mampu menciptakan sumber energi alternatif yang lebih murah. Keberhasilan proyek ini akan menjadi catatan sejarah bagi kemandirian ekonomi Indonesia di mata dunia.

Reporter: Yogie Yolanda
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *