Rutan Sungai Penuh Deklarasi Zero Halinar, Sahat Parsaulian: Tanpa Pungli dan Narkoba!
Sungai Penuh, MZK News – Lapangan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sungai Penuh menjadi saksi penguatan integritas seluruh jajaran pemasyarakatan pada Senin pagi (20/4/2026). Melalui prosesi ikrar dan penandatanganan komitmen bersama, institusi ini secara tegas memproklamirkan langkah menuju zona “Zero Halinar”.
Program “Zero Halinar” ini merupakan upaya serius untuk menciptakan lingkungan rutan yang bersih dari penyalahgunaan handphone, pungutan liar (pungli), dan narkoba. Langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan pernyataan sikap kolektif untuk membentengi marwah institusi.
Kepala Rutan Sungai Penuh, Sahat Parsaulian, menekankan bahwa integritas petugas adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik. Ia mewajibkan seluruh personel bertindak sebagai teladan dengan menutup rapat akses bagi alat komunikasi ilegal di dalam sel.
Pihaknya menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik pungli maupun rantai peredaran narkotika. Hal ini dilakukan demi menjamin suasana pembinaan yang kondusif serta menjauhkan rutan dari potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Integritas petugas adalah harga mati. Kita harus menjadi contoh dengan menutup rapat akses komunikasi ilegal dan menolak tegas segala bentuk pungli demi marwah rutan,” ujar Sahat Parsaulian dalam arahannya.
Merespons komitmen yang telah disepakati, jajaran Rutan Sungai Penuh akan segera mengintensifkan razia mendadak. Selain itu, sistem skrining di pintu masuk utama akan diperketat guna mencegah masuknya barang-barang terlarang ke lingkungan hunian.
Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) kini memegang peran sentral dalam mengawasi kedisiplinan setiap pegawai. Pengawasan ini memastikan bahwa komitmen “Zero Halinar” diaplikasikan secara konsisten dan tidak hanya menjadi slogan di atas kertas.
Melalui transformasi ini, Rutan Sungai Penuh berupaya menjamin seluruh hak warga binaan terpenuhi secara murni dan adil. Institusi ingin memastikan pembinaan berjalan profesional tanpa ada bayang-bayang praktik transaksional yang mencederai keadilan.
Sahat berharap semangat ini terus terjaga demi mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan transparan. Dengan lingkungan yang bersih dari narkoba dan pungli, proses rehabilitasi warga binaan diharapkan dapat berjalan lebih maksimal dan bermartabat.
Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina


