Koalisi Relawan Laporkan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi ke Bareskrim Terkait Dugaan Makar
Jakarta, MZK News – Belasan organisasi yang tergabung dalam Koalisi Nasional Relawan Pendukung Prabowo-Gibran dan Jokowi mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jumat, 10 April 2026. Kedatangan mereka bertujuan melaporkan Saiful Mujani (SM) dan Islah Bahrawi (IB) terkait pernyataan yang dinilai provokatif.
Para relawan menuding kedua tokoh tersebut telah menyebarkan imbauan untuk menjatuhkan dan melengserkan Presiden Prabowo Subianto. Aksi pelaporan ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan relawan, di antaranya H. Kurniawan, David Pajung, Relly Reagen, hingga Maret Sueken.
Pimpinan relawan, David Pajung, menyatakan bahwa laporan tersebut menggunakan Pasal 193 dan 246 KUHP Baru Tahun 2023. Pasal-pasal ini mengatur tentang pidana makar yang bertujuan menggulingkan pemerintah sah serta penghasutan kepada masyarakat.
David menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil berdasarkan bukti otentik yang telah dikumpulkan tim hukum. Pihaknya mengaku telah mengantongi rekaman video dan artikel berita yang memuat pernyataan kedua terlapor sebagai landasan laporan tersebut.
“Laporan terkait kedua pasal ini telah diperkuat dengan bukti-bukti video dan berita yang memuat pernyataan kedua nama terlapor,” tegas David saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Menurut David, saat ini pemerintah sedang bekerja keras melindungi masyarakat dari dampak konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ia menilai seharusnya seluruh komponen bangsa bersatu memberikan masukan konstruktif bagi negara.
Ia juga menyayangkan adanya opini provokatif yang mengajak masyarakat untuk melawan Presiden dan Wakil Presiden yang sah secara konstitusional. David menyebut tindakan SM dan IB sebagai bentuk pengkhianatan terhadap sistem demokrasi di Indonesia.
Salah satu bukti keberhasilan pemerintah yang ia soroti adalah stabilnya harga BBM nasional di tengah gejolak global. Sementara negara lain mulai menaikkan harga, Indonesia masih mampu mempertahankan harga lama demi menjaga daya beli masyarakat.
David menilai ketahanan energi yang kuat ini merupakan bukti nyata efektivitas kepemimpinan Presiden Prabowo. Oleh karena itu, ia menganggap upaya provokasi untuk menumbangkan pemerintahan saat ini adalah langkah yang salah kaprah.
“Provokasi ini adalah kegagalan memahami konstitusi dan pengkhianatan terhadap prinsip demokrasi yang dianut NKRI,” tutup David mengakhiri keterangannya.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina


