FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet: Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Jelang Lebaran

Jakarta, MZK News – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Pertemuan ini fokus membahas kesiapan jajaran pemerintah dalam menghadapi momentum perayaan Idulfitri 1447 H.

Selain kesiapan lebaran, Presiden juga menyoroti berbagai isu strategis nasional yang memerlukan penanganan cepat. Fokus utamanya adalah menjamin kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan hingga hari kemenangan nanti.

Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya menjaga nilai toleransi antarumat beragama di seluruh pelosok negeri. Beliau ingin memastikan setiap warga negara dapat merayakan hari raya dengan suasana yang damai dan harmonis.

Selain aspek sosial, stabilitas ekonomi dan ketersediaan energi menjadi poin krusial yang dibahas. Presiden menginstruksikan para menteri untuk memantau rantai pasok kebutuhan pokok agar harga tetap terjangkau oleh masyarakat.

“Kita harus memastikan stabilitas ekonomi dan ketersediaan energi benar-benar aman menjelang hari raya ini,” tegas Presiden Prabowo Subianto di hadapan para menteri kabinet.

Menanggapi dinamika krisis global, Presiden memandang situasi dunia saat ini sebagai peluang besar bagi Indonesia. Ia mendorong percepatan swasembada pangan dan energi sebagai benteng pertahanan ekonomi nasional yang mandiri.

Pemanfaatan sumber daya alam (SDA) secara optimal dan pengembangan energi terbarukan menjadi strategi utama yang ditekankan. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk lepas dari ketergantungan impor jika dikelola dengan serius.

Laporan dari para menteri dan Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) dalam sidang tersebut menunjukkan tren yang positif. Hingga saat ini, kondisi ekonomi nasional dilaporkan tetap stabil dengan cadangan energi dalam posisi yang aman.

Presiden menegaskan kembali komitmennya bahwa kekayaan alam nusantara sepenuhnya harus dirasakan oleh rakyat. Ia tidak ingin ada monopoli yang merugikan kepentingan bangsa dan kesejahteraan masyarakat luas.

“Seluruh kekayaan alam Indonesia harus diprioritaskan untuk kepentingan bangsa dan kesejahteraan rakyat kita sendiri,” pungkas Presiden dengan penuh penekanan.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Setkab RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds