FEATUREDInternasionalNewsTOP STORIES

Ekspor Minyak Iran Tetap Lancar di Selat Hormuz Meski Konflik AS-Israel Memanas

Dubai, MZK News – Meskipun konflik bersenjata terus berkecamuk, aliran minyak mentah Iran melalui Selat Hormuz dilaporkan tetap berjalan stabil. Kondisi ini sangat kontras dengan ekspor negara Teluk lainnya yang justru lumpuh akibat rentetan serangan terhadap kapal-kapal di jalur perairan tersebut.

Berdasarkan data pelacakan kapal tanker terbaru, Iran berhasil mengekspor sekitar 13,7 juta hingga 16,5 juta barel minyak mentah terhitung sejak akhir Februari hingga pertengahan Maret 2026. Teheran mengandalkan jaringan “armada bayangan” untuk menembus pengawasan internasional.

Kelancaran ekspor ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena Amerika Serikat belum melakukan tindakan penyitaan kapal secara masif seperti yang pernah dilakukan terhadap Venezuela. Iran seolah memiliki celah untuk tetap menggerakkan roda ekonominya di tengah sanksi ketat.

“Saya terkejut AS tidak memulai kampanye penyitaan kapal serupa sebelum konflik ini dimulai, atau belum melakukannya saat ini,” ujar David Tannenbaum, direktur di firma konsultan Blackstone Compliance Services, Kamis (12/3/2026).

Namun, para analis menilai ada risiko besar di balik diamnya Amerika Serikat. Upaya paksa untuk menghentikan tanker Iran dikhawatirkan akan memicu serangan balasan yang lebih destruktif di jalur navigasi internasional tersebut.

Selama Iran masih bisa mengalirkan minyaknya, mereka memiliki alasan untuk tidak menutup Selat Hormuz secara total. Sebaliknya, jika akses ekspor mereka diputus sepenuhnya, Iran diprediksi tidak akan ragu untuk melumpuhkan jalur tersebut bagi semua negara.

“Jika AS menyita kapal tanker, hal itu akan membuat Iran merasa ‘tidak akan rugi apa-apa lagi’ jika mereka menutup selat tersebut sepenuhnya,” jelas James Lightbourn, pendiri Cavalier Shipping.

Secara teknis, tanker-tanker Iran menggunakan strategi berlayar di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) mereka sendiri. Dengan tetap berada di perairan nasional hingga jarak 24 mil laut, kapal-kapal tersebut mendapatkan perlindungan hukum dan militer yang lebih kuat.

Laju ekspor Iran saat ini tercatat berada di angka 1,1 juta hingga 1,5 juta barel per hari. Angka ini hampir mendekati rata-rata ekspor tahun lalu, yang membuktikan bahwa infrastruktur energi mereka masih berfungsi optimal meskipun berada di bawah tekanan serangan udara.

Hingga saat ini, Gedung Putih di bawah kepemimpinan Donald Trump masih bungkam terkait langkah selanjutnya. Ketidakpastian ini membuat pasar energi global terus memantau setiap pergerakan tanker di gerbang utama minyak dunia tersebut.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Reuters

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds