Satu Tahun Amsakar-Li Claudia: Ekonomi Batam Tumbuh Pesat dan Investasi Tembus 115 Persen
Batam, MZK News – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan komitmennya untuk terus bekerja optimal demi kemajuan kota.
Di tengah dinamika regulasi yang kompleks, ia fokus mengatasi berbagai persoalan administratif dan pelayanan publik.
Memasuki tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra,
Pemkot Batam dihadapkan pada perubahan aturan pusat yang cepat. Fokus utama mereka adalah menyesuaikan diri dengan tiga Peraturan Pemerintah (PP) baru tahun 2025 terkait perizinan dan kawasan Batam.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah mengintegrasikan 1.460 jenis layanan perizinan ke dalam Mal Pelayanan Publik (MPP).
Integrasi ini bertujuan untuk mempermudah birokrasi serta menciptakan iklim investasi yang lebih ramah bagi para pengusaha.
Upaya tersebut membuahkan hasil manis pada sisi makroekonomi. Hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam melonjak hingga 6,89 persen, melampaui capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 6,6 persen.
Realisasi investasi pun menunjukkan angka fantastis dengan mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target semula.
Keberhasilan ini juga diikuti oleh sektor pariwisata yang mencatatkan kenaikan kunjungan hingga 1,6 juta orang.
“Indikator makroekonomi ini selaras dengan visi pembangunan yang kami gagas. Kami berada di jalur yang tepat,” ujar Amsakar dalam dialog Program Batam Menyapa di RRI Batam, Senin (23/2/2026).
Selain angka ekonomi, Amsakar juga menyoroti 15 program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat.
Mulai dari pembagian 105.670 set seragam sekolah gratis hingga cakupan kesehatan semesta (UHC) yang kini mencapai 98 persen.
Pada sektor kesehatan, warga Batam kini mendapatkan kemudahan luar biasa. Masyarakat cukup menunjukkan KTP untuk memperoleh layanan kesehatan gratis sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam perlindungan sosial.
Pemerintah juga memberikan bantuan tunai Rp300.000 per bulan bagi ribuan lansia serta modal usaha tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku ekonomi kreatif. Program ini terbukti mampu menekan angka pengangguran secara signifikan.
Meski mencetak banyak prestasi, Amsakar mengakui bahwa penanganan banjir, sampah, dan air bersih masih menjadi prioritas utama.
Normalisasi drainase dan pembangunan infrastruktur jalan terus dikebut untuk kenyamanan warga.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kota.
Kerja kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan Batam sebagai kota pariwisata yang unggul.
“Kami bertekad persoalan utama, khususnya air bersih, banjir, dan sampah, dapat segera dituntaskan melalui kerja kolektif seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: MC. Batam/InfoPublik
