Harga Gula Merah Naik, Pengusaha Gula Merah di Kerinci Lega
Foto: Pengusaha Gula Merah di Kerinci sedang membuat Gula Merah (Foto: IST)
Kerinci, MZK News – Pengelola Produksi Gula Merah atau Gula Tebu di Kabupaten Kerinci sedikit merasa lega. Hal itu dikarenakan beberapa bulan terakhir harga gula tebu mengalami kenaikan yang cukup drastis yang disebabkan meningkatnya permintaan dari konsumen, sementara produksi gula merah menurun.
Namun dengan naiknya harga gula merah membuat pendapatan para pengelola gula merah juga ikut meningkat.
Saat diwawancarai, salah seorang pengelola gula tebu Retmisal mengatakan, dengan naiknya harga gula merah atau gula tebu tentu hal ini membuat pendapatan petani tebu dan para pengelola gula tebu ikut menjadi meningkat walaupun produksinya berkurang.
“Sebelumnya gula tebu dijual dengan harga 8.000 rupiah per kilogram, kini naik menjadi 10.000 rupiah perkilogram sehingga pengelola gula tebu dalam satu kali produksi pendapatannya bisa mencapai 1 juta hingga 1 juta 200 ribu rupiah, dengan hasil produksi 100 hingga 120 kilogram, sedangkan sebelumnya pendapatan pengelola tebu hanya 800 ribu hingga 960 ribu rupiah/satu kali produksi,” ungkapnya, Selasa (12/12).
Lebih lanjut, Retmisal menyebutkan untuk pemasaran gula tebu bukan saja pasar tradisional, namun juga di supermarket dan ke perusahaan produksi kecap di Padang Sumatera Barat.
Selain itu, dia berharap pada akhir tahun 2023 ini harga gula tebu di Kabupaten Kerinci dapat kembali naik demi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani tebu dan pengelola gula tebu.
“Pemasaran gula tebu bukan di daerah Kerinci saja, tetapi ke provinsi tetangga juga. Harapan saya di akhir tahun ini gula tebu kembali naik agat meningkatkan kesejahteraan para petani tebu dan pengelola gula tebu,” tutupnya.
Reporter: Dewi Wilonna
Editor: Khoirul Anam

