Nuraini: Kapten Inf Irwan Satuan Awal 743 Didiskriminasi, Anak-anak Terlantar
Foto: Siti Nurani Istri TNI bersama anak-anaknya (Foto: IST)
NTT, MZK News – Siti Nurani, Istri seorang TNI berpangkat Kapten Infanteri Irwan yang bertugas di Satuan Awal 743 mengaku anaknya terlantar hingga nyaris putus sekolah lantaran sang suaminya tersebut acap kali dipindahkan ke satuan lainnya.
“Ya, anak-anak nyaris putus sekolah itu dampak dari pindah bapaknya,” ungkap Nuraini kepada wartawan melalui WhatsApp-nya, Senin (10/10/2022) dini hari.
Menurut wanita kelahiran Bima, NTB itu, bagaimana anak-anak tidak mau putus sekolah, sementara bapaknya dipindahkan terus menerus dan selama enam tahun tanpa diberikan Rumah Dinas oleh Satuan Awal 743, lalu dipindahkan 743 Rote Ndao. Nah, dalam waktu dua bulan dikembalikan ke 743 Kupang, kemudian ke Korem, Setelah itu, dari Pabintal Yonif 743/PSY Brigif 21/Komodo dipindahkan lagi ke Kodim Belu, lalu ke Koramil Biudukfoho dan serahterima pada Senen. Namun, pada Minggu tiba-tiba keluar surat pindah ke Manggarai padahal satu hari lagi akan dilantik.
“Ya, saya menilai Kapten Inf Irwan didiskriminasi dan berdampak terhadap anak-anak hingga ingin putus sekolah,” ujar wanita yang memiliki enam anak itu.
“Jika tidak diskriminasi, lalu apa namanya? Ini jelas-jelas diskriminasi. Masa orang detik-detik dilantik, ko detik-detik itu juga dipindahkan, kan lucu,” sambungnya.
Nur mengakui, akibat suaminya selalu menerima surat perintah tugas sehingga tekad anak-anak bersekolah hingga menggapai cita-cita nusa dan bangsa sudah mulai pudar bahkan sudah putus asa untuk tidak mengingat sekolah.
“Anak-anak sudah tidak semangat lagi bersekolah karena merasa bapaknya diperlakukan tidak adil,” ujarnya.
Dia menambahkan, sebagai istri TNI tentu menyadari bahwa segala tindak-tanduk para komandan terhadap anggota seperti terhadap Kapten Irwan ini adalah suatu hal yang lumrah dan penuh tanggung jawab di tubuh TNI, namun tetap secara profesional dan bukan diskriminasi.
“Saya legowo jika suami dipindahkan secara profesional oleh komandan-komandannya selama ini. Tapi ini kan didiskriminasi sehingga saya tidak bisa menerimanya,” tegasnya.
Dia mengaku peristiwa dialami suaminya sudah dilaporkan ke komandan TNI sekaligus meminta kejelasan ada apa dibalik itu semua.
“Saya sudah laporkan ke Panglima TNI AD dan semoga ditindak lanjut segera demi menjaga citra tubuh TNI,” pungkas wanita yang mengaku cucu pertama Dalu Poja dan keturunan Ompu Roti Nusantara asal Sape Bima, NTB itu.
Reporter: Muhtar Habe
Editor: Khoirul Anam


