Kapolsek Madapangga Dampingi Tim Vaksinator Sosialisasi Vaksinasi Anak 6-12 Tahun
Foto: Kapolsek Madapangga sedang mendampingi proses vaksinasi (Foto: Ist).
Bima, MZK News – Tim Vaksinator Puskesmas Kecamatan Madapangga menggelar sosialisasi vaksinasi Covid-19 anak berusia 6 – 12 tahun di SDN 2 Woro, Rabu (2/2/2022) pagi.
Kegiatan tersebut didampingi Kapolsek Madapangga Akadir, Bhabinkamtibmas Agus Supryadin, Babinsa Desa Woro Heri Yanto, Kepala Sekolah se- Gugus Woro, dan Kepala Desa Woro Abdul Farid Ismail dihadiri seluruh wali murid.
Ketua Tim Vaksinator H Rusli mengatakan, sosialisasi ini dilakukan agar orang tua siswa pun elemen lainnya mengetahui akan adanya program vaksinasi anak berusia 6- 12 tahun dalam waktu secepatnya.
“Kami bersama TNI- Polri sebelum datang sosialisasi di gugus Woro ini sudah lakukan hal yang sama di semua gugus lain dan ini yang terakhir,” ungkap Rusli dalam pemaparannya.
Rusli menyebutkan, ini baru tahapan sosialisasi dengan tujuan agar wali murid bisa memahami pentingnya program vaksinasi bagi anak 6-12 tahun.
“Kami turun sosialisasi agar kita semua tidak mudah terprovokasi dengan berita- berita bohong (hoax) yang sengaja disebarluaskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tentang vaksinasi,” sebutnya.
Dia menjelaskan, pentingnya vaksinasi adalah untuk menambah kekebalan kelompok tubuh (herd immunity) manusia dan bukan menangkal ajal seseorang menuju panggilan Tuhan Yang Maha Kuasa/ Allah SWT.
Semisalnya ada virus penyakit yang sudah masuk terlebih dahulu dalam tubuh, maka akan dibunuh oleh anti virus Covid-19.
Sebaliknya jika virus penyakit yang masih merebak, maka tidak akan mudah terpapar karena imun tubuh sudah kebal.
“Intinya vaksinasi untuk memperkuat tubuh kita dari penularan penyakit,” jelasnya.
Dia berharap, pemahaman tentang vaksinasi Covid-19 jangan sampai menjadi multitafsir atau salah kaprah.
Jika ada animo bahwa ada orang meninggal karena divaksin itu jangan dipercaya dan itu adalah bagian cara- cara orang untuk memprovokasi agar program pemerintah tidak berjalan efektif dan signifikan.
“Kenapa? Buktinya kita yang sudah divaksin masih hidup. Artinya kalaupun ada yang meninggal itu bukan karena vaksin, tapi takdir yang tidak boleh kita ingkari,” pungkas Rusli.
Reporter: Muhtar Habe
Editor: Khoirul Anam

