FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

Sambut 1 Muharam 1448 H, Kemenag Ajak Umat Islam Hijrah Jemari di Media Sosial

Jakarta, MZK News – Momentum pergantian tahun baru Islam menjadi draf refleksi penting bagi seluruh umat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mematangkan kepedulian antarsesama. Langkah ini dinilai krusial guna menghadapi tantangan dinamika sosiokultural di era modern.

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengajak masyarakat menjadikan 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai tonggak memperkokoh solidaritas kemanusiaan. Selain penguatan ibadah ritual, umat juga diimbau melakukan gerakan hijrah jemari dengan menyetop penyebaran konten bermuatan kebencian.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menegaskan bahwa pesan hijrah tetap relevan sepanjang zaman. Transformasi tersebut tidak boleh dimaknai sebagai perpindahan fisik semata, melainkan perubahan sikap dan cara pandang hidup yang jauh lebih bermanfaat bagi publik.

“Refleksi Muharam mengajak kita bertanya pada diri sendiri, apakah ibadah yang kita lakukan selama ini sudah menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kesalehan yang ideal adalah kesalehan yang mampu menghadirkan kepedulian dan kemaslahatan bagi sesama,” ujar Arsad Hidayat di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Arsad menuturkan, implementasi Surat Al-Ma’un dalam Al-Qur’an secara tegas melarang adanya pengabaian terhadap kelompok rentan, anak yatim, dan fakir miskin. Oleh karena itu, draf program Kemenag ke depan akan difokuskan pada optimalisasi pengelolaan zakat, wakaf, serta optimalisasi fungsi masjid.

Sejalan dengan hal itu, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi, menilai esensi hijrah spiritual ini juga wajib diwujudkan dalam ruang siber harian. Media sosial yang kini melekat pada kehidupan masyarakat harus dibersihkan dari narasi provokatif.

Ismail menjelaskan bahwa kedamaian hakiki di era keterbukaan informasi ini diukur dari cara berkomunikasi yang santun dan bertanggung jawab di internet. Penggunaan gawai pintar secara bijak merupakan manifestasi nyata dari ketakwaan seorang hamba di dunia digital.

“Hijrah di era digital berarti mengubah cara kita berinteraksi. Jemari kita harus menjadi sarana menyebarkan pengetahuan, inspirasi, dan pesan-pesan yang menyejukkan, bukan sebaliknya,” tutur Ismail Fahmi menambahkan draf imbauan keagamaan tersebut.

Pihak kementerian mengoptimalkan jaringan penyuluh agama di daerah sebagai garda terdepan untuk memperluas edukasi literasi digital yang inklusif. Langkah preventif ini dirancang selaras dengan draf instruksi Menteri Agama Nasaruddin Umar agar peran agama selalu hadir membawa kedamaian.

Melalui momentum menyambut 1 Muharam 1448 H ini, seluruh elemen bangsa diharapkan mampu memperbarui komitmen kemanusiaan secara swadaya. Semangat gotong royong yang kokoh di dunia nyata dan siber diposisikan sebagai pilar utama untuk menjaga persatuan nasional.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenag RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *