
Rapat APTISI di UNIKOM, Mendiktisaintek Brian Yuliarto Puji Inovasi Kampus Swasta
Bandung, MZK News – Penguatan mutu pendidikan tinggi di tanah air terus dipacu guna mencetak generasi muda yang kompetitif dan siap bersaing di kancah global. Langkah strategis ini diambil sebagai instrumen utama dalam mengoptimalkan potensi bonus demografi nasional.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) memiliki peran krusial dalam peta jalan pembangunan nasional. Kampus swasta dinilai menjadi pilar penting dalam memperluas akses bangku kuliah di berbagai daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam Rapat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI). Agenda besar ini berpusat di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Bandung, Minggu (14/6/2026).
Menteri Brian menjelaskan bahwa performa sebuah negara maju di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas investasi sumber daya manusia (SDM) hari ini. Lembaga akademik dituntut mampu melahirkan talenta unggul agar limpahan usia produktif tidak menjadi beban sosial baru.
“Kemajuan bangsa kita sangat bergantung pada sumber daya manusia, dan perguruan tinggi merupakan tulang punggung utama dalam menyiapkan SDM unggul tersebut. Saat ini kita dihadapkan untuk menentukan arah terkait bonus demografi dapat menjadi kekuatan atau justru tantangan bagi Indonesia,” ujar Menteri Brian Yuliarto.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa faktor daya beli dan tantangan ekonomi makro kerap berimbas langsung pada angka partisipasi kasar perguruan tinggi. Oleh sebab itu, perluasan jangkauan beasiswa serta penguatan ekonomi nasional harus berjalan selaras demi menjamin hak pendidikan warga.
Menteri Brian juga menggarisbawahi bahwa era disrupsi teknologi saat ini mengharuskan kampus meninggalkan ego sektoral. Manajemen perguruan tinggi wajib membangun kemitraan taktis harian dengan dunia industri (DUDI) dan pemerintah daerah guna menghasilkan riset aplikatif.
Pihak kementerian mengapresiasi sejumlah PTS yang telah sukses melakukan draf terobosan kurikulum adaptif, digitalisasi ekosistem, hingga inkubator kewirausahaan mahasiswa. Model praktik baik (good practice) tersebut diharapkan dapat segera direplikasi oleh lembaga pendidikan lain secara massal.
Apresiasi tinggi juga dilayangkan kepada para rektor, dosen, dan tenaga kependidikan yang menjadi garda terdepan dalam merawat asa intelektual bangsa. Dedikasi tanpa henti dari para pendidik di seluruh penjuru nusantara diposisikan sebagai kunci utama keberhasilan transformasi SDM.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemdiktisaintek berkomitmen penuh untuk menyederhanakan draf regulasi perizinan dan tata kelola birokrasi kampus. Berbagai masukan dari APTISI akan dijadikan bahan evaluasi mendalam untuk menyusun kebijakan pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada mutu.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemdiktisaintek RI
