Realisasi Visi BIMP-EAGA 2035: Presiden Prabowo Desak Aksi Nyata di KTT ASEAN
Filipina, MZK News – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membawa pesan kuat mengenai pentingnya implementasi kebijakan dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN. Di hadapan para pemimpin kawasan, ia menegaskan bahwa kerja sama subkawasan tidak boleh lagi hanya terjebak dalam tataran wacana.
Saat menghadiri KTT Khusus BIMP-EAGA di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026), Presiden Prabowo menyoroti dinamika dunia yang semakin tidak menentu. Menurutnya, kolaborasi antarnegara anggota harus bertransformasi menjadi lebih adaptif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pertemuan strategis ini dianggap sebagai momentum krusial untuk memperkuat fondasi ekonomi kawasan. Presiden Prabowo secara terbuka memberikan apresiasi kepada Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. atas kepemimpinannya dalam mengawal forum yang sangat penting ini.
Kepala Negara mengingatkan bahwa situasi dunia saat ini berada dalam kondisi yang sangat menantang. Hal ini menuntut negara-negara di kawasan untuk bergerak lebih cepat dan sinkron dalam merespons krisis.
“KTT Khusus ini hadir di saat yang sangat genting. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif di antara kita,” tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa BIMP-EAGA harus berevolusi menjadi organisasi yang lebih responsif. Kebutuhan masyarakat di sektor ketahanan energi dan pangan menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda lagi demi stabilitas kawasan.
Presiden Prabowo ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil memiliki manfaat nyata bagi hajat hidup orang banyak. Inovasi dalam kerja sama subkawasan diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berubah.
“Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” lanjut Presiden.
Tak hanya itu, ia mengingatkan para delegasi mengenai arah besar Visi BIMP-EAGA 2035. Baginya, visi tersebut sudah sangat jelas, sehingga fokus utama sekarang adalah bagaimana mewujudkannya di lapangan.
Prioritas utama pemerintah saat ini adalah melindungi keselamatan dan mata pencaharian rakyat. Solidaritas kawasan menjadi tameng utama dalam menghadapi kompleksitas dinamika global yang melanda Asia Tenggara.
“Prioritas kita jelas, melindungi keselamatan dan mata pencaharian rakyat kita. Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberi kita arah yang jelas. Sekarang tugasnya adalah mewujudkannya,” pungkas Presiden Prabowo dengan optimis.
Pesan dari Cebu ini menjadi pengingat bagi seluruh anggota ASEAN. Keberhasilan kawasan tidak hanya diukur dari kesepakatan di atas kertas, tetapi dari seberapa besar dampak yang dirasakan oleh setiap warga di kawasan tersebut.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Setkab RI

