Remaja dan Bahaya Krisis Identitas
Usia remaja merupakan fase dimana seseorang berupaya mencari jati diri. Usaha untuk membentuk eksistensi di tengah kelompok merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh seorang remaja. Pada umumnya remaja yang berada di lingkungan positif akan menampilkan perbuatan dan tingkah laku yang baik. Berbeda dengan remaja yang hidup dilingkungan yang kurang baik maka gaya hidup mereka hanya untuk mencari sensasi dan eksistensi belaka.
Ditengah upaya untuk mewujudkan generasi emas Indonesia di tahun 2025, berbagai problem terus menghadang. Krisis Identitas merupakan satu dari berbagai persoalan yang kini mengintai para remaja. Tidak sedikit remaja yang sedang mengalami krisis identitas.
Merujuk pada teori Erikson (1968) pada usia 10 hingga 20 tahun remaja memiliki tahapan yang disebut dengan identity versus identity diffusion, yaitu disaat seorang remaja mengalami krisis psikososial diantara identitas dirinya dengan kebingungan akan identitasnya, atau biasa disebut dengan krisis identitas.
Di dalam teori Erikson krisis identitas merupakan tahapan untuk membuat suatu keputusan terhadap berbagai permasalahan penting yang berkaitan dengan identitas diri. Kemudian Erikson juga mengatakan pada saat remaja, krisis yang harus diselesaikan oleh remaja adalah pencarian identitas diri. Identitas diri yang harus dikembangkan dan dicari meliputi penerimaan keadaan fisik dan lingkungan sosialnya, kematangan emosi, pengembangan keterampilan intelektual dan memilih nilai-nilai sosial yang cocok untuk digunakan untuk mengembangkan perilaku sosial diri sendiri.
Dalam tahap pencarian identitas diri, ada remaja yang berhasil menemukan identitas dirinya dan ada pula yang gagal untuk menemukan identitas dirinya yang dapat menimbulkan penyimpangan sosial.
Faktor utama remaja mengalami krisis identitas atau diffusion status karena adanya penolakan dan kurangnya perhatian orang tua serta lingkungan sekitarnya. Meningkatnya kasus kenakalan remaja seperti aksi tawuran, seks bebas, balap liar, pembullyan, minum minuman keras, dan penyalahgunaan narkoba selaras dengan meningkatkan kasus krisis identitas yang sedang dialami oleh remaja.
Penolakan dari lingkungan masyarakat juga mendorong terbentuknya remaja yang krisis akan identitasnya. Remaja akan sangat kebingungan saat menempatkan dirinya di dalam masyarakat dan banyaknya penolakan dari masyarakat karena stereotip negatif yang diberikan masyarakat padanya. Sebagai contoh seorang remaja yang di cap berasal dari keluarga broken home atau keluarga berantakan maka remaja tersebut akan merasa pasrah dengan kondisi dan kehidupannya yang terombang ambing tanpa ada tujuan.
Ada beberapa remaja yang memiliki arah hidup di masa depan, namun diperparah dengan paksaan dan diskriminasi oleh orang tuanya. Orang tua memaksa anaknya untuk melakukan banyak hal atas kemauan orangtua tanpa persetujuan anak tersebut. Contoh dilapangan yang sering terjadi ketika seorang anak harus masuk sekolah favorit atau jurusan yang prestisius agar orang tuanya bangga padahal mereka tidak memiliki minat dan bakat di sekolah maupun jurusan tersebut. Maka hati-hati hal ini bisa mengakibatkan mereka kesulitan untuk menempatkan diri di dalam masyarakat karena hal-hal yang dilakukannya berdasarkan paksaan dari orang tuanya, Hal ini dapat memicu permasalah bagi remaja orang tua dan masyarakat sekitarnya.
Di sekolah pun, remaja yang mengalami krisis identitas akan cenderung sulit menentukan cita-citanya. Pada umumnya remaja yang tidak mengalami krisis identitas, mereka akan yakin dengan masa depan dan cita-cita yang diraih, sedangkan remaja yang sedang dirundung krisis identitas akan cenderung gagap dan bingung ketika mengatakan dirinya akan mau menjadi apa.
Persoalan krisis identitas pada remaja memerlukan perhatian dari orang-orang sekitarnya agar tidak menimbulkan dampak
yang buruk untuk kedepannya. Perlu sinergitas orang tua, sekolah dan masyarakat agar para remaja terhindar dari krisis identitas dan merasa confidence dengan cita-cita serta masa depannya.
Ditulis oleh: Alvin Gumelar Hanevi, M.Pd.
Editor: Martha Syaflina


