BBTNKS Larang Keras Pembukaan Lahan di Taman Nasional Kerinci Seblat
Sungai Penuh, MZK News – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar berhenti membuka lahan di dalam kawasan hutan konservasi. Imbauan ini bertujuan menjaga kelestarian ekosistem yang berperan vital bagi keseimbangan alam di wilayah Jambi dan sekitarnya.
Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) merupakan habitat asli bagi berbagai flora dan fauna langka. Selain itu, hutan ini berfungsi sebagai penyangga tata air dan pelindung utama dari ancaman bencana alam bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Kepala Bidang Teknis Konservasi BBTNKS, Delfi Andra, mengungkapkan bahwa luas kawasan TNKS di Provinsi Jambi mencapai 360 ribu hektar. Luasan ini sangat strategis sehingga tidak boleh disamakan dengan hutan produksi yang memiliki aturan pengelolaan berbeda.
Delfi menjelaskan bahwa masih banyak warga yang keliru dalam memahami status fungsi hutan. Menurutnya, taman nasional memiliki fungsi konservasi mutlak yang tidak boleh dialihfungsikan untuk kepentingan perkebunan atau pemukiman pribadi.
“Perlu dipahami bahwa kawasan taman nasional memiliki fungsi konservasi yang tidak boleh dialihfungsikan. Berbeda dengan hutan produksi yang memang disiapkan untuk pemanfaatan,” jelas Delfi Andra, Kamis (9/4/2026).
Kenyataan di lapangan menunjukkan masih adanya oknum masyarakat yang nekat menggarap lahan di dalam zona inti TNKS. Aktivitas ilegal ini dinilai melanggar peraturan perundang-undangan dan mengancam keberlangsungan lingkungan hidup secara luas.
Menyikapi hal tersebut, BBTNKS berencana membentuk satuan tugas (Satgas) khusus penertiban kawasan hutan. Satgas ini akan fokus pada upaya pengembalian fungsi hutan konservasi yang telah rusak akibat aktivitas pembukaan lahan tanpa izin.
Langkah tegas ini diambil demi menjamin kelestarian hutan bagi generasi mendatang. Pihak balai menekankan bahwa pembiaran terhadap perambahan hutan hanya akan memicu bencana ekologis yang merugikan banyak pihak.
Selain penegakan hukum, BBTNKS juga terus mengedepankan pendekatan edukatif kepada warga di perbatasan hutan. Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga aset negara yang memiliki nilai ekologis strategis ini.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Taman Nasional Kerinci Seblat tetap lestari. Hutan yang sehat akan terus menjadi penopang kehidupan sekaligus benteng alami bagi kelangsungan ekosistem di Pulau Sumatera.
Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina


