DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Dongkrak Indeks Inovasi Daerah, Pemkab Toba Gelar Lomba Inovasi Perangkat Daerah 2026

Toba, MZK News – Pemerintah Kabupaten Toba melalui Bappelitbangda resmi menyosialisasikan Lomba Inovasi Perangkat Daerah Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Balai Data Kantor Bupati Toba pada Rabu (8/4/2026) dengan menghadirkan pimpinan perangkat daerah dan kecamatan.

Lomba ini dirancang sebagai langkah nyata untuk mendorong kreativitas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah. Inovasi diharapkan menjadi budaya kerja baru guna menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks di masa depan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, membuka acara tersebut mewakili Bupati Toba. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa status Toba sebagai destinasi pariwisata super prioritas menuntut adanya terobosan yang lebih masif dan berdampak luas.

Paber mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi daerah saat ini terkait hasil penilaian Kementerian Dalam Negeri tahun sebelumnya. Skor yang diraih menunjukkan bahwa Kabupaten Toba masih perlu melakukan pembenahan besar-besaran agar lebih kompetitif secara nasional.

“Berdasarkan penilaian Indeks Inovasi Daerah tahun 2025, Toba masih berada pada kategori ‘kurang inovatif’ dengan nilai 39,12. Hal ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kita untuk berbenah,” ujar Paber Napitupulu.

Kebijakan ini selaras dengan RPJMD Kabupaten Toba Tahun 2025–2029 yang menitikberatkan pada penguatan riset dan tata kelola pemerintahan yang efektif. Inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kunci utama dalam meningkatkan daya saing daerah di mata publik.

Kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan untuk menjaring ide-ide unggulan di bidang tata kelola dan pelayanan publik. Inovasi terbaik nantinya akan diikutsertakan dalam ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat.

Kepala Bapelitbangda Kabupaten Toba, Sofian Sitorus, menekankan pentingnya kesamaan pemahaman antar-sektor dalam mengembangkan program baru. Ia ingin setiap dinas mampu melaporkan kinerjanya secara transparan melalui dokumentasi inovasi yang valid.

“Kita ingin seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama, serta mampu menghadirkan inovasi baru demi pembangunan Kabupaten Toba yang lebih baik,” jelas Sofian Sitorus dalam laporannya.

Dukungan senada disampaikan oleh Asisten Administrasi Pembangunan, Jonni DP. Lubis, yang menilai banyak perubahan positif telah dilakukan di lapangan. Namun, perubahan tersebut seringkali tidak terdokumentasi dengan baik sehingga tidak masuk dalam penilaian pusat.

“Semua inovasi harus terdokumentasi dan diinput karena terdapat indikator-indikator penilaian dari pemerintah pusat yang harus dipenuhi,” ungkap Jonni menekankan teknis pelaporan bagi peserta lomba.

Melalui kompetisi ini, seluruh aparatur sipil negara di Kabupaten Toba diharapkan semakin termotivasi untuk melahirkan solusi kreatif. Dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi target utama dari setiap inovasi yang dihasilkan oleh perangkat daerah.

Reporter: Dochmerson Simarmata
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds