DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Inovasi Warga Merangin: Sulap Lidi Sawit Jadi Piring Antipecah Bernilai Ekonomi

Merangin, MZK News – Kreativitas warga Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, dalam memanfaatkan potensi lokal patut diacungi jempol. Melimpahnya perkebunan kelapa sawit di daerah tersebut kini menjadi peluang usaha baru yang sangat menjanjikan bagi masyarakat.

Salah satu inovasi yang menonjol adalah pengolahan lidi daun sawit menjadi kerajinan piring antipecah. Produk ini tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga menjadi solusi peralatan makan yang ramah lingkungan dan tahan lama.

Sulastri, seorang perajin asal Desa Meranti B3, Kecamatan Renah Pamenang, adalah sosok di balik kesuksesan ini. Ia berhasil menyulap limbah lidi yang sebelumnya tak berharga menjadi produk kerajinan yang diminati banyak orang.

Proses pembuatannya dimulai dengan mengumpulkan daun kelapa sawit sisa panen dari kebun warga. Daun tersebut kemudian dibersihkan dengan teliti hingga menyisakan lidi yang bersih dan siap untuk diolah lebih lanjut.

Lidi-lidi tersebut dianyam secara manual dengan tangan terampil hingga membentuk pola piring yang cantik. Pada tahap akhir, piring diberi sentuhan finishing agar permukaannya lebih rapi, kuat, dan mengkilap.

Keunggulan utama piring lidi ini adalah bobotnya yang ringan dan sifatnya yang tidak mudah pecah dibandingkan piring kaca. Hal inilah yang membuatnya laku keras sebagai perlengkapan berbagai acara besar seperti hajatan desa.

Sulastri mengungkapkan bahwa pesanan untuk sewa piring lidi miliknya terus mengalir deras setiap bulannya. Bahkan, pelanggan yang datang tidak hanya berasal dari desanya, melainkan merambah hingga ke desa-desa tetangga.

“Bulan ini saja sudah beberapa kali disewa, bukan hanya dari desa sini, tapi juga desa tetangga,” ujar Sulastri penuh syukur saat menjelaskan perkembangan usahanya, Selasa (7/4/2026).

Untuk layanan sewa, ia mematok harga sekitar Rp300 ribu untuk paket 300 buah piring lidi. Selain disewakan, piring ini juga dijual dengan harga mulai dari Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per lusin tergantung ukurannya.

Sulastri memiliki harapan besar agar kerajinan tangan khas Merangin ini bisa diproduksi secara massal. Ia bercita-cita agar piring lidi sawit karyanya dapat dipasarkan secara luas hingga ke luar Provinsi Jambi.

Usaha kreatif ini terbukti tidak hanya meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi juga membantu mengurangi sampah organik di perkebunan. Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai merupakan langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan.

Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds