Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Evi Yandri Ingatkan Validitas Data Huntap dan Sawah di Pauh
Padang, MZK News – Pemulihan ekonomi dan kepastian hunian tetap (huntap) menjadi isu krusial bagi warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Warga kini menantikan realisasi bantuan untuk sawah yang rusak serta kejelasan status pendataan rumah mereka. Tanpa pendataan yang akurat, dikhawatirkan bantuan pemerintah tidak akan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan finansial.
Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, dalam resesnya menekankan pentingnya peran RT/RW dan Lurah dalam melakukan verifikasi data di tingkat bawah. Ia tidak ingin kesalahan administrasi menghambat pencairan dana bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi.
“Pendataan ini sangat penting agar tidak terjadi masalah seperti di Pasaman, di mana dana tersedia namun tidak bisa dipakai karena data bermasalah,” ujar Evi mengingatkan saat berkunjung, Jum’at (6/2/2026).
Terkait sektor pertanian, perwakilan Dinas Pertanian Sumbar menjelaskan bahwa skema bantuan dibagi menjadi empat kategori, mulai dari rusak ringan hingga hilang. Kabar baiknya, data untuk wilayah Pauh sudah masuk tahap verifikasi dan bantuan untuk kerusakan ringan hingga sedang telah tersedia. Pemerintah mendorong petani yang belum terdata untuk segera menyerahkan proposal melalui jalur birokrasi yang telah ditentukan.
Kekhawatiran warga mengenai status hunian yang sudah diperbaiki secara mandiri juga mendapat perhatian khusus dari politisi tersebut. Warga cemas rumah mereka tidak dikategorikan rusak berat karena telah diperbaiki sedikit demi sedikit demi bisa berteduh.
Evi menyarankan warga menyimpan foto kondisi rumah sebelum diperbaiki sebagai bukti autentik saat tim verifikator datang melakukan peninjauan lapangan.
Selain bantuan fisik, Evi Yandri juga meluncurkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga yang kehilangan mata pencaharian utama sebagai petani. Program tersebut meliputi bantuan pakan dan benih bagi warga yang beralih beternak bebek, serta pelatihan keterampilan bagi kaum ibu.
“Ibu-ibu akan diberikan pelatihan memasak kue dan menjahit untuk mencari tambahan penghasilan keluarga,” jelas Evi mengenai program kerjanya.
Evi menekankan bahwa koordinasi lintas sektor antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat akan terus dilakukan secara intensif. Meskipun beberapa masalah berada di luar kewenangan provinsi, ia berkomitmen untuk mengawal aspirasi warga Pauh hingga terealisasi sepenuhnya. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik dalam memastikan warga terdampak bencana bisa bangkit kembali.
Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat untuk mulai menata langkah baru dan memperbaiki kondisi ekonomi secara mandiri sembari menunggu perbaikan infrastruktur. Semangat gotong royong dan sikap kooperatif masyarakat dianggap sebagai kunci utama percepatan pemulihan pasca-bencana.
“Mari kita perbaiki lagi ekonomi masing-masing selagi pemerintah mengupayakan secepatnya perbaikan infrastruktur,” kata Evi mengakhiri pertemuan.
Reporter: Novrianto
Editor: Martha Syaflina
