Masyarakat dan Pekerja Tambang Dukung Pembentukan Koperasi Tambang Rakyat
Sijunjung, MZK News – Masyarakat bersama para pekerja tambang di Jorong Bukit Gombak menyambut positif pembentukan Koperasi Tambang Rakyat (KTR).
Keberadaan koperasi tersebut dinilai menjadi harapan baru bagi penambang lokal karena memberikan kepastian dan arah yang jelas dalam pengelolaan tambang rakyat.
Sejumlah warga mengaku senang dan mendukung penuh pembentukan koperasi tambang rakyat tersebut. Mereka menilai koperasi dapat menjadi wadah resmi bagi para pekerja tambang sekaligus menciptakan ketertiban dan kebersamaan di lapangan.
Tokoh masyarakat Jorong Bukit Gombak, Darwen Afrizal, menyatakan bahwa pembentukan koperasi tambang rakyat merupakan langkah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan para penambang.
“Kami sangat mendukung pembentukan koperasi tambang rakyat ini. Dengan adanya koperasi, para pekerja tambang bisa bekerja dengan lebih tenang karena ada wadah resmi dan aturan yang jelas,” ujar Darwen Afrizal, Rabu (28/1).
Ia menjelaskan bahwa selama ini para pekerja tambang berharap adanya kepastian dan perlindungan dalam menjalankan aktivitas pertambangan. Menurutnya, koperasi dapat menjadi solusi agar kegiatan tambang berjalan lebih teratur dan terkoordinasi.
Darwen Afrizal juga menegaskan bahwa koperasi tambang rakyat tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan kerja serta kelestarian lingkungan.
“Koperasi ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagaimana tambang dikelola secara bertanggung jawab agar manfaatnya bisa dirasakan bersama oleh masyarakat,” katanya.
Secara tidak langsung, Darwen Afrizal menyampaikan bahwa pembentukan Koperasi Tambang Rakyat di Jorong Bukit Gombak sejalan dengan harapan masyarakat untuk menciptakan pertambangan rakyat yang legal, aman, dan berkelanjutan.
Masyarakat berharap proses pembentukan koperasi tersebut dapat segera terealisasi dan mendapat dukungan dari semua pihak, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para penambang dan warga sekitar.
Reporter: Lingga
Editor: Khoirul Anam