FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

Focus on Jesus Community Gelar Fristly Online Christmas Service

Foto: Kegiatan Focus on Jesus Community secara online (Foto: IST)

Jakarta, MZK News – Focus on Jesus Community (FoJC) merupakan komunitas orang-orang percaya Tuhan Yesus dari berbagai kalangan yang tergabung dalam WhatsApp Group (WAG) untuk pertama kalinya menggelar ibadah Natal secara online pada Senin (19/12/2022) malam.

“Saya digerakkan oleh Tuhan untuk merespon Firstly online Christmas Service (FoCAS) bagi umat Tuhan yang tergabung dalam WAG Focus on Jesus,” terang Pdt. Julius A. Titahelu, M.Th.

Diketahui bahwa Pdt. Julius merupakan penggagas dan pendiri Focus on Jesus bersama Pdt. Denny Zakhirsyah, S.Th., M.Pd. mengajak setiap anggota WAG FoJ membaca renungan setiap hari Senin hingga Jumat pada pagi hari mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB.

“Tema yang kami usung pada ibadah Natal secara online adalah Tidak akan dipermalukan,” katanya lagi.

Alasan mengusung tema tersebut dikatakan bahwa setiap orang yang berserah kepada Tuhan hidupnya tidak akan dipermalukan.

“Bahkan dia akan mendapatkan damai sejahtera dalam seluruh kehidupannya. Baik imannya dan pergumulannya,” pungkasnya jelas.

Dalam rangkaian ibadah natal online tersebut, Pdt. Afriani Sanam, M.Th., terlebih dahulu menyapa dan memimpin puji sembah.

“Dalam ibadah ini, kita akan mendengar kesaksian dari Ibu Maudy Gildbrandsen Pono dari Rotterdam Belanda dan ada juga Bapak Subur dari Bandung yang akan menyaksikan perjuangannya selama 12 tahun melawan kanker yang dideritanya,” ungkapnya mengawali ibadah tersebut.

Berlangsungnya ibadah FoCAS secara online, tidak mengurangi kekhusukan setiap anggota yang hadir. Terpantau sangat antusias dan sungguh.

“Peristiwa sebelum kelahiran Tuhan Yesus kita melihat bagaimana Maria tiba-tiba rahimnya mengandung Bayi Yesus saat bertunangan dengan Yusuf ketika itu,” kata Julius dalam kotbahnya.

Disampaikan lanjut dalam kotbahnya, bahwa adalah sesuatu yang tabu apabila ada seorang anak gadis yang belum menikah, tiba-tiba mengandung diluar nikah.

“Maria dan Yusuf, calon suaminya itu berdiam diri dan menyimpannya dalam hatinya,” jelasnya.

Dikatakan lanjut bahwa siapa pun dalam keadaan yang demikian, akan menanggung rasa malu.

“Tetapi, Yusuf dan Maria sepasang tunangan yang hidup benar tidak dan taat, peristiwa yang mereka alami, berujung pada satu titik, tidak dipermalukan,” pungkasnya menutup kotbah.

Rangkaian candle light, penyalaan lilin pertama oleh Pdt. Dr. Stevanus Parinussa disertai doa syafaat mendoakan gereja dan anak-anak Tuhan. Kemudian dilanjut oleh Pdt. Denny Zakhirsyah disertai dengan doa ucapan syukur atas segala berkat Tuhan. Kemudian ditutup oleh Pdt. Rheza Waas, S.Th., dari Kalimantan Barat.

Reporter: Denny Zakhirsyah

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *