Politik Jomblo Ala Hendri Septa
Sumber Foto: (http://Langgam.id)
Oleh: Alvin Gumelar Hanevi, S.Pd.
Pasca dilantik sebagai Walikota Padang pada April tahun 2021, Hendri Septa menjalankan roda pemerintahan secara mandiri alias jomblo. Jomblo disini maksudnya yaitu tanpa didampingi oleh seorang Wakil Walikota Padang. Hal ini ironis, karena Kota Padang merupakan Ibu Kota dari sebuah Provinsi, barangkali tentu membutuhkan sosok Wakil Walikota untuk bersama dengan Walikota untuk menghadapi persoalan Kota Padang yang sangat pelik.
Ketika ditanya soal posisi Wakil Walikota yang masih lowong, Hendri Septa berkilah itu urusan partai pengusungnya (PKS-PAN) dan seolah olah beranggapan itu bukan urusannya karena itu menyangkut ranah politik, bukan pemerintah.
Secara yuridis tidak ada satu undang-undang pun yang dilanggar oleh Hendri Septa karena masih kosongnya posisi Wakil Walikota. Namun jika berkaca secara budaya politik Hendri Septa abai terhadap masukkan publik mengenai pengisian jabatan Wakil Walikota. Karena secara hakekat, posisi Wakil Walikota sangat strategis untuk membantu tugas-tugas yang diemban oleh Walikota.
Berbagai elemen masyarakat mulai dari akademisi, masyarakat sipil, dan organisasi kemasyarakat lainnya mendesak agar posisi Wakil Walikota Padang ini agar segera terisi. Hal itu wajar mengingat mereka ingin dilayani oleh para pemimpin mereka secara gamblang.
Demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Padang, kehadiran sosok Wakil Walikota akan berpengaruh besar terhadap kualitas dan kuantitas pelayanan terhadap masyarakat. Oleh karena itu Hendri Septa selaku Walikota Padang harus mendorong dan menjembatani kedua partai tersebut (PKS-PAN) untuk segera merumuskan dan menetapkan calon Wakil Walikota yang akan diusulkan untuk kemudian dibahas pada sidang DPRD Kota Padang.
Banyak desas desus liar yang mengaitkan kosongnya posisi Wakil Walikota dengan alasan politis Hendri Septa. Dimana diantaranya agar posisi Hendri Septa untuk Walikota Padang pada periode berikutnya tidak terancam. Padahal asumsi itu bisa saja salah karena untuk pemilihan kepala daerah berikutnya rakyatlah yang punya kuasa menentukan siapa pemimpin mereka untuk lima tahun berikutnya.
Benar atau salahnya dugaan tersebut tetap saja tak elok bagi seorang Walikota bekerja sendiri. Kita bersyukur saat ini sudah ada Sekretaris Kota Padang yang baru (Andree H Algamar) dan sudah defenitif. Namun kita juga akan jauh lebih bersyukur lagi jika posisi Wakil Walikota Padang sudah terisi.