Wisata Jambi Terbaik 2026: Dari Gunung Kerinci hingga Situs Sejarah Dunia
Provinsi Jambi terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan dengan mempromosikan kekayaan alam dataran tingginya. Wilayah Kerinci, yang sering dijuluki sebagai “Sekepal Tanah dari Surga”, tetap menjadi primadona utama, terutama bagi wisatawan mancanegara.
Pasar Eropa tercatat menunjukkan minat khusus pada aktivitas pendakian dan keindahan alam pegunungan di Jambi. Selain megahnya Gunung Kerinci, wisatawan juga kerap memadati Kebun Teh Kayu Aro dan Air Terjun Telun Berasap untuk mencari ketenangan di tengah kesejukan udara pegunungan.
Tak hanya unggul dalam wisata alam, sektor budaya dan sejarah di Kota Jambi juga semakin menunjukkan eksistensinya. Salah satu ikon yang mendunia adalah Kompleks Candi Muaro Jambi yang memiliki luas mencapai 3.981 hektare.
“Candi Muaro Jambi merupakan situs percandian Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara, menjadikannya magnet utama bagi para pecinta sejarah dunia,” ungkap pengelola situs dalam sebuah promosi wisata.
Bergeser ke arah pusat kota, pengunjung dapat menemukan Gentala Arasy. Jembatan pedestrian ikonik yang membentang di atas Sungai Batanghari ini menjadi simbol modernitas Jambi yang tetap menjaga nilai religi melalui museum budayanya yang megah.
Kabar membanggakan juga datang dari Kampung Baselang di Talang Bakung. Baru-baru ini, desa tersebut berhasil masuk dalam jajaran Top 75 Desa Wisata Nasional karena konsistensinya mengusung konsep agrowisata yang melibatkan aktivitas pertanian warga secara langsung.
Di tengah tingginya dinamika mobilitas, masyarakat lokal kini lebih cenderung memilih berlibur di dalam provinsi. Tren wisata keluarga pun meningkat tajam dengan beberapa titik favorit yang menawarkan fasilitas lengkap namun tetap terjangkau.
Taman Hutan Kota Muhammad Sabki, misalnya, menawarkan oase hijau di tengah kota yang dilengkapi fasilitas edukasi seperti rusa tutul. Selain itu, Jambi Paradise tetap menjadi pilihan utama untuk piknik keluarga berkat wahana air dan spot foto estetiknya.
Kreativitas anak muda setempat juga berhasil menyulap wajah Danau Sipin dan Danau Teluk. Kawasan yang dulunya merupakan area aktivitas nelayan tradisional, kini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata air yang memanjakan mata.
Dukungan infrastruktur dan promosi yang masif diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Jambi. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi.
Ditulis oleh: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina


