Desa Wisata Lempur Kerinci: Pesona 5 Danau Unik di Jantung Rimba Sumatera
Menjelajahi Desa Wisata Lempur: Surga Lima Danau di Kaki Gunung Betuah
Desa Wisata Lempur di Kabupaten Kerinci, Jambi, mungkin belum setenar destinasi di Bali atau Jawa. Namun, desa yang berada di dataran tinggi Sumatera ini menyimpan keunikan yang sulit tertandingi: keberadaan lima danau dengan karakter berbeda dalam satu wilayah desa.
Diresmikan pada tahun 2016 dengan nama Lekuk 50 Tumbi Lempur, desa ini kini berkembang menjadi magnet bagi para pecinta petualangan. Terletak di kaki Gunung Betuah, Lempur dikelilingi oleh perbukitan dan hutan rimba yang masih terjaga keasriannya.
Ketua Pengurus Lembaga Desa Wisata Lempur, Daswarsya, menjelaskan bahwa daya tarik Lempur tidak hanya pada alamnya. Wisatawan juga dapat menikmati kekayaan budaya, kuliner khas, serta fasilitas homestay yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat.
“Andalan utama kami adalah ekspedisi lima danau, yaitu Danau Kaco, Danau Lingkat, Danau Duo, Danau Nyalo, dan Danau Kecik,” ujar Daswarsya. Menariknya, sekitar 80% kawasan danau ini berada di lingkup Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan warisan dunia.
Karakter Unik 5 Danau di Lempur
Setiap danau di Lempur menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para pengunjung:
- Danau Kaco: Terletak di ketinggian 1.289 mdpl, danau ini sebening kaca. Airnya yang berwarna biru cyan sangat jernih hingga biota di dalamnya terlihat jelas. Karena berada di zona rimba, wisatawan harus melakukan trekking untuk mencapai lokasi ini.
- Danau Lingkat: Memiliki luas 12 hektare dengan air berwarna hijau pekat. Di sini, terdapat legenda unik yang melarang penggunaan perahu; pengunjung hanya diperbolehkan mengarungi danau menggunakan rakit bambu.
- Danau Duo: Danau unik yang tidak memiliki hulu dan muara. Anehnya, permukaan air danau ini justru akan meninggi pada musim kemarau dan menyusut saat musim penghujan. Lokasinya yang berpasir menjadikannya tempat favorit untuk berkemah.
- Danau Nyalo: Sesuai namanya yang berarti “menyala”, air danau ini tampak berwarna merah kecokelatan saat dilihat dari dekat. Danau ini juga merupakan satu-satunya habitat burung belibis di kawasan Gunung Betuah.
- Danau Kecik: Melengkapi rangkaian ekspedisi lima danau, danau ini menawarkan ketenangan di tengah hutan yang rimbun.
Selain pesona airnya, wisatawan juga bisa mencicipi kuliner unik bernama Lemang Kantong Semar. Kuliner ini dimasak menggunakan tanaman kantong semar (Nepenthes) yang banyak ditemukan di sekitar Danau Nyalo sebagai pembungkus alaminya.
Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan bisa menempuh perjalanan darat selama 10 jam dari Kota Jambi atau melalui Kota Padang. Tersedia juga pilihan penerbangan selama 45 menit dari Jambi menuju Bandara Depati Parbo Kerinci, dilanjutkan perjalanan darat sejauh 45 kilometer menuju desa.
Keberadaan Desa Wisata Lempur membuktikan bahwa kekayaan alam Jambi adalah aset berharga yang layak masuk dalam daftar kunjungan wisatawan dunia. Dengan perpaduan alam, mistisnya legenda, dan keramahan warga, Lempur adalah definisi nyata dari petualangan di bumi Sumatera.
Ditulis oleh: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina


