DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Groundbreaking Jembatan Garuda Tahap IV di Sorong: Percepat Konektivitas Papua Barat Daya

Kota Sorong, MZK News – Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV di wilayah Papua Barat Daya resmi dimulai. Momentum ini ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang berlangsung di Kampung Klatifi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Senin (6/4/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya masif pemerintah dalam mempercepat pemerataan infrastruktur di wilayah timur Indonesia. Proyek strategis ini diharapkan mampu membuka isolasi antarwilayah dan mempermudah akses mobilitas masyarakat setempat.

Sejumlah pejabat teras turut hadir menyaksikan momen bersejarah ini, di antaranya Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, A.Md. Hadir pula perwakilan Pemprov Papua Barat Daya, Suardi Thamal, serta Danrem 181/PVT, Brigjen TNI Slamet Riadi.

Sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pelaksanaan proyek ini. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai sangat krusial untuk memastikan pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu sesuai target yang ditetapkan.

Wakil Wali Kota Sorong menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas. Ia percaya bahwa infrastruktur yang baik akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup warga di Sorong Barat.

“Sinergi antara Pemerintah daerah dan TNI sangat penting dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ini,” ujar H. Anshar Karim dalam sambutannya di hadapan warga Kampung Klatifi.

Sementara itu, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi menjelaskan bahwa Jembatan Garuda merupakan program berskala nasional. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 7.000 jembatan di seluruh penjuru Indonesia hingga akhir tahun 2026 mendatang.

Untuk wilayah Papua Barat Daya sendiri, pembangunan tahap IV ini mencakup beberapa titik krusial di berbagai kabupaten. Selain Kota Sorong, wilayah Raja Ampat, Sorong Selatan, hingga Maybrat juga mendapatkan alokasi pembangunan serupa.

Pembangunan jembatan ini dianggap sangat vital bagi aktivitas harian masyarakat, mulai dari akses menuju sekolah hingga ke lahan pertanian. Dengan adanya jembatan permanen, risiko hambatan transportasi akibat kondisi alam dapat diminimalisir secara signifikan.

“Pembangunan jembatan ini sangat vital untuk mendukung aktivitas sehari-hari seperti akses ke sekolah, tempat kerja, dan kebun,” tegas Brigjen TNI Slamet Riadi saat meninjau lokasi proyek.

Melalui dimulainya tahap IV ini, pemerintah optimistis ekonomi lokal akan tumbuh lebih pesat seiring lancarnya arus distribusi barang dan jasa. Kesejahteraan masyarakat Papua Barat Daya pun diharapkan dapat meningkat melalui fondasi infrastruktur yang kokoh.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds