DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Bank Sampah Lindung Berseri Sungai Bungkal: Ubah Sampah Jadi Tabungan Lebaran

Sungai Penuh, MZK News – Semangat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga terus tumbuh subur di Desa Talang Lindung, Kecamatan Sungai Bungkal. Hal ini terlihat dari aktivitas rutin Bank Sampah Lindung Berseri yang kembali menyalurkan hasil kumpulan sampah warga kepada pengumpul, Senin (6/4/2026).

Setiap hari Sabtu, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, warga berbondong-bondong menyetorkan sampah yang telah dipilah dari rumah. Dalam waktu singkat, ratusan kilogram sampah layak jual berhasil dikumpulkan dari para nasabah yang kian sadar akan nilai ekonomi limbah.

Petugas bank sampah tampak sigap melayani setoran dengan menimbang, mencatat, dan mengelompokkan sampah. Proses ini dilakukan dengan teliti sebelum sampah-sampah tersebut dijual ke pengepul besar setelah jumlahnya mencukupi kuota pengiriman.

Pada Sabtu pagi sebelumnya, suasana di lokasi bank sampah sudah terlihat sangat sibuk. Para pengurus mulai mengangkut karung-karung berisi plastik, kertas, dan botol bekas menggunakan motor roda tiga untuk dibawa menuju pusat pengumpul di Kota Sungai Penuh.

Aktivitas ini telah menjadi rutinitas yang mencerminkan kerja keras serta kekompakan para pengurus. Mereka memastikan sampah yang telah dipilah warga memiliki nilai jual yang optimal guna memberikan keuntungan bagi para nasabah aktif.

Saat ini, Bank Sampah Lindung Berseri telah memiliki puluhan nasabah yang konsisten menyetorkan sampah rumah tangga mereka. Sampah yang sebelumnya hanya dianggap barang buangan kini bertransformasi menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan.

Pengurus Bank Sampah Lindung Berseri, Maira Deswita, mengungkapkan bahwa perubahan perilaku masyarakat semakin terasa nyata. Warga kini sudah terbiasa memilah sampah sejak dari area dapur mereka masing-masing.

“Sekarang masyarakat sudah terbiasa memilah dan mengumpulkan sampah yang layak jual. Bahkan sebelum Idul Fitri kemarin, nasabah menerima hasil tabungan yang cukup membantu kebutuhan belanja lebaran,” ujar Maira Deswita penuh syukur.

Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, keberadaan bank sampah ini membawa dampak positif yang signifikan terhadap kebersihan desa. Maira menegaskan bahwa kebiasaan sederhana ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan lingkungan.

“Kalau kita rajin memilah sampah sejak dari dapur, lingkungan akan bersih. Sampah basah bisa diolah menjadi pupuk organik, sementara sampah kering bisa menjadi tabungan,” tambahnya menjelaskan manfaat ganda program tersebut.

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus konsisten dalam gerakan peduli lingkungan ini. Menurutnya, perubahan besar untuk masa depan generasi mendatang selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan di rumah sendiri.

Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds