DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

BEM Se-Riau Kutuk Kecelakaan Kerja PT IKPP, Teguh Wardana: Nyawa Buruh Bukan Angka!

Pekanbaru, MZK News – Koordinator Pusat BEM Se-Riau, Teguh Wardana, menyatakan sikap tegas dan kemarahan terbuka atas kecelakaan kerja yang kembali terjadi di PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP). Peristiwa ini dinilai bukan sekadar insiden biasa, melainkan indikasi kuat adanya pembiaran sistemik terhadap keselamatan buruh di Provinsi Riau.

Kecelakaan yang terus berulang ini memicu keprihatinan mendalam karena nyawa pekerja seolah tidak menjadi prioritas utama perusahaan. Publik kini mempertanyakan apakah standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hanya menjadi slogan formalitas di atas kertas tanpa implementasi nyata di lapangan.

Situasi ini memperlihatkan posisi buruh yang sangat rentan menghadapi risiko maut setiap harinya. Teguh Wardana menegaskan bahwa pola kecelakaan yang terus terjadi menuntut evaluasi radikal terhadap sistem keamanan yang diterapkan oleh pihak PT IKPP.

“Kami menilai ini bukan sekadar kecelakaan kerja, tetapi bentuk pembiaran yang berpotensi mematikan. Jika pola ini terus terjadi, maka wajar publik mempertanyakan sistem keselamatan kerja di PT IKPP,” tegas Teguh Wardana, Senin (6/4/2026).

BEM Se-Riau menyoroti beberapa poin krusial, mulai dari lemahnya implementasi K3 hingga minimnya transparansi data kecelakaan kerja. Selain itu, mereka mengkritik lemahnya pengawasan dari otoritas terkait yang seharusnya menjadi garda terdepan perlindungan buruh.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, BEM Se-Riau mendesak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan tanpa kompromi. Mereka juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban.

Tuntutan lainnya adalah mendesak PT IKPP membuka data kecelakaan secara transparan serta melakukan audit independen terhadap seluruh sistem operasional. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah normalisasi kecelakaan kerja yang merugikan rakyat kecil.

“Nyawa buruh bukan angka. Jika diabaikan, kami yang akan turun memperjuangkannya. Hentikan normalisasi kecelakaan kerja, satu nyawa melayang adalah kegagalan yang tidak bisa ditoleransi,” lanjut Teguh dengan nada bicara yang berapi-api.

Mahasiswa memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga ada pertanggungjawaban nyata dari pihak manajemen perusahaan. Jika tuntutan ini tidak segera diindahkan, BEM Se-Riau menyatakan kesiapannya untuk menggelar aksi massa dalam skala besar.

Aksi turun ke jalan akan menjadi pilihan terakhir jika suara para pejuang hak buruh tetap diabaikan oleh pemangku kepentingan. Mereka berkomitmen untuk memastikan suara keadilan bagi pekerja akan bergema lebih keras di ruang publik.

“Kami tidak akan membiarkan nyawa buruh terus dipertaruhkan. Jika suara kami diabaikan, maka kami pastikan suara itu akan bergema lebih keras di jalanan,” pungkas Teguh Wardana menutup pernyataan sikapnya.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds