Satu Tahun Irjen Pol Herry Heryawan: Green Policing Kapolda Riau Jadi Paradigma Baru Keamanan
Pekanbaru, MZK News – Genap satu tahun kepemimpinan Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., ditandai dengan pencapaian yang melampaui tugas institusional. Melalui pendekatan Green Policing, kepolisian di Riau dinilai berhasil melakukan transformasi paradigma yang berdampak luas bagi lingkungan.
Persatuan Hijau Riau (PHR) melihat konsep ini bukan sekadar program kerja biasa. Green Policing telah berkembang menjadi kerangka berpikir baru yang menyatukan aspek keamanan dengan keberlanjutan alam di Bumi Lancang Kuning.
Ketua Umum PHR, Hengky Primana, menyatakan bahwa langkah Kapolda Riau merupakan bentuk rekonstruksi peran polisi dalam menghadapi tantangan global. Keamanan saat ini tidak lagi bisa dipisahkan dari kesehatan ekosistem.
“Apa yang dilakukan Kapolda Riau bukan sekadar menghadirkan program, tetapi membangun paradigma baru bahwa keamanan tidak bisa dipisah dari keberlanjutan lingkungan,” ujar Hengky pada Rabu (18/03/2026).
Keberhasilan ini terlihat jelas dalam dimensi praktis, seperti penanganan karhutla yang intensif melalui Jambore Karhutla 2025. Selain itu, penertiban kawasan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga paru-paru dunia.
Namun, Hengky menekankan bahwa dampak terbesar justru muncul pada dimensi gerakan sosial. Kebijakan ini mampu memicu kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan hidup.
“Lahirnya Persatuan Hijau Riau hingga munculnya dorongan Raperda lingkungan adalah manifestasi nyata kesuksesan Green Policing. Kebijakan ini sukses memproduksi kesadaran kolektif di tengah warga,” jelasnya lebih lanjut.
Menurut PHR, fenomena ini membuktikan adanya pergeseran penting dalam tata kelola sosial. Isu lingkungan kini menjadi bagian integral dari sistem keamanan nasional, bukan lagi sekadar isu sektoral yang berdiri sendiri.
Keberhasilan Irjen Pol Herry Heryawan dalam membangun legitimasi sosial juga tercermin dari tingginya partisipasi publik. Kolaborasi lintas sektor semakin menguat, menjadikan polisi sebagai motor penggerak pelestarian alam.
“Green Policing di Riau hari ini tidak hanya bekerja di ruang institusi, tetapi telah hidup sebagai gerakan sosial. Ini adalah indikator paling kuat dari sebuah kebijakan yang berhasil,” tambah Hengky.
Menutup pernyataannya, PHR memandang model yang dibangun di Riau layak menjadi referensi nasional. Momentum satu tahun ini menjadi bukti bahwa kepolisian yang adaptif dan ekologis adalah masa depan institusi Polri.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina


