Pesawat TNI Tergelincir di Bandara Oksibil, Diduga Akibat Ban Belakang Meledak
Oksibil, MZK News – Sebuah pesawat milik TNI mengalami insiden saat melakukan pendaratan di Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Peristiwa yang mengejutkan warga sekitar tersebut terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026 sekitar pukul 08.30 WIT.
Pesawat tersebut diketahui tengah mengemban misi penting dengan membawa pasukan TNI, perlengkapan militer, serta logistik. Namun, proses pendaratan yang semula normal berubah menjadi menegangkan ketika pesawat kehilangan kendali di landasan pacu.
Insiden ini diduga kuat dipicu oleh pecahnya salah satu ban bagian belakang saat pesawat menyentuh aspal. Akibatnya, pesawat tergelincir dan keluar dari jalur pendaratan yang seharusnya.
“Pesawat keluar dari jalur pendaratan setelah ban belakang meledak,” ungkap seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian, Minggu (15/3/2026).
Masyarakat setempat yang menyaksikan kejadian tersebut dari kejauhan merasa khawatir akan kondisi para kru. Hingga kini, otoritas terkait belum memberikan informasi detail mengenai jumlah awak maupun kondisi kesehatan penumpang di dalamnya.
Pihak berwenang juga masih melakukan investigasi mendalam untuk menaksir tingkat kerusakan yang dialami badan pesawat. Lokasi kejadian segera disterilkan guna memudahkan proses evakuasi dan pemeriksaan teknis lebih lanjut.
Peristiwa ini kembali memicu perbincangan mengenai intensitas aktivitas militer di wilayah Papua. Warga sipil berharap insiden teknis seperti ini tidak mengganggu stabilitas keamanan maupun layanan penerbangan di Pegunungan Bintang.
“Kami berharap tidak ada korban jiwa dan situasi dapat segera diatasi,” ujar salah seorang warga Oksibil yang memantau perkembangan di area bandara.
Sampai saat ini, pernyataan resmi dari pihak TNI maupun pengelola Bandara Oksibil masih dinantikan oleh awak media. Upaya konfirmasi terus dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat mengenai penyebab pasti dan langkah penanganan selanjutnya.
Kondisi cuaca di lokasi saat pendaratan dilaporkan cukup baik, sehingga investigasi akan difokuskan pada kelaikan teknis pesawat. Update terbaru akan terus disampaikan seiring dengan berkembangnya informasi di lapangan.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina


