DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Perkuat Integritas, Petugas Lapas Pekanbaru Ikuti Asesmen Satgas Kepatuhan Internal Ditjenpas

Pekanbaru, MZK News – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mengikuti Asesmen Anggota Tim Satuan Tugas Operasi Kepatuhan Internal pada Rabu (5/3/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Kepatuhan Internal Ditjenpas guna memperkuat pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.

Asesmen ini merupakan bagian dari komitmen besar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menjaga integritas jajaran. Melalui penilaian ini, diharapkan setiap tugas dan fungsi lapas berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Tahapan penilaian yang dilakukan meliputi evaluasi kompetensi, pemahaman regulasi, hingga komitmen terhadap pengawasan internal. Seluruh peserta diuji secara ketat untuk memastikan mereka mampu menjalankan fungsi kendali di lapangan secara profesional.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa keikutsertaan jajarannya adalah bukti dukungan terhadap sistem pengendalian internal. Peningkatan profesionalisme menjadi target utama dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan transparan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas seluruh jajaran, salah satunya melalui partisipasi aktif dalam kegiatan asesmen ini,” ujar Yuniarto saat memberikan keterangan.

Melalui asesmen ini, Tim Satgas yang terpilih nantinya dituntut mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam memberikan rekomendasi perbaikan agar pelayanan publik di lapas tetap akuntabel.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, di mana para peserta menunjukkan keseriusan dalam setiap tahapan ujian. Semangat ini diharapkan membawa perubahan positif pada budaya kerja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru.

Lapas Pekanbaru memastikan akan terus mendukung setiap program penguatan kepatuhan dari Ditjenpas. Hal ini dilakukan demi terwujudnya pemasyarakatan yang pasti bermanfaat bagi masyarakat serta memiliki standar integritas yang tinggi.

Penerapan sistem pengawasan yang kuat diharapkan dapat meminimalisir penyimpangan di lingkungan kerja. Dengan satgas yang kompeten, proses pembinaan warga binaan pun dapat berjalan lebih optimal sesuai koridor hukum yang berlaku.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds