DaerahFEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

Mentan Amran Pastikan Stok Beras Aman untuk 10 Bulan, Total Ketersediaan 27,99 Juta Ton

Jakarta, MZK News – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional, khususnya komoditas beras, saat ini berada dalam keadaan aman dan terkendali. Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, ketersediaan beras nasional dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Kekuatan pangan Indonesia tercermin dari total stok beras yang mencapai 27,99 juta ton. Jumlah fantastis ini merupakan akumulasi dari stok di Perum Bulog, cadangan yang tersimpan di masyarakat, hingga padi siap panen (standing crop) yang tersebar di berbagai daerah.

Mentan Amran menegaskan bahwa ketersediaan beras saat ini sangat stabil karena jumlah stok mampu mencukupi kebutuhan rakyat hingga hampir satu tahun ke depan. Perhitungan ini didasarkan pada tingkat konsumsi rata-rata nasional yang berada di angka 2,59 juta ton per bulan.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Mentan Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Selain stok yang melimpah, tren produksi beras periode Januari hingga Mei 2026 juga menunjukkan angka positif mencapai 16,92 juta ton. Produksi bulanan bahkan sempat menyentuh angka 5,7 juta ton, yang membuktikan kekuatan sektor pertanian domestik di tengah tantangan global.

Guna memperkuat cadangan pemerintah, stok di gudang Bulog juga diprediksi akan terus menanjak hingga menembus angka 5 juta ton dalam dua bulan mendatang. Hal ini seiring dengan masuknya masa panen raya yang sedang berlangsung di berbagai lumbung pangan daerah.

Pemerintah juga tidak lengah terhadap ancaman iklim seperti kekeringan. Program pompanisasi untuk lahan seluas 1,2 juta hektare telah berjalan, dan tahun ini pemerintah menambah lagi alokasi pompanisasi serta irigasi perpompaan untuk 1 juta hektare lahan tambahan.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi agar produksi tetap terjaga,” ungkap Amran menjelaskan langkah preventif Kementan.

Kabar baik lainnya datang dari sektor pendukung produksi, di mana ketersediaan pupuk dipastikan aman dengan harga yang justru turun sekitar 20 persen. Penurunan harga ini diharapkan menjadi stimulus bagi petani untuk terus meningkatkan intensitas penanaman di lahan-lahan potensial.

Mentan Amran menutup keterangannya dengan optimisme bahwa dinamika geopolitik global maupun fenomena alam tidak akan menggoyahkan stabilitas pangan Indonesia. Melalui optimalisasi lahan rawa dan teknologi irigasi, pemerintah berkomitmen penuh menjaga kedaulatan pangan nasional.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: InfoPublik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds