DarimuFEATUREDReligiTOP STORIES

Hati-hati, Inilah 8 Hal Utama yang Dapat Membatalkan Puasa Ramadan Anda

Menjalankan ibadah puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Penting bagi setiap Muslim untuk memahami batasan-batasan teknis agar ibadah yang dijalankan tetap sah secara syariat.

Hal pertama yang paling mendasar adalah memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh secara sengaja. Lubang ini meliputi mulut, hidung, telinga, hingga saluran pembuangan, baik berupa makanan, minuman, maupun benda lainnya.

Jika seseorang makan atau minum karena benar-benar lupa, maka puasanya tidak batal dan dapat dilanjutkan. Namun, puasa akan segera gugur jika aktivitas tersebut dilakukan secara sadar meski dalam jumlah yang sangat sedikit.

Selain makan dan minum, melakukan hubungan seksual di siang hari juga menjadi pembatal puasa yang sangat berat. Pelanggaran ini tidak hanya membatalkan puasa, tetapi juga mewajibkan pelakunya membayar denda atau kafarah yang cukup besar.

Selanjutnya, keluarnya air mani secara sengaja akibat aktivitas tertentu juga mengakibatkan puasa terputus. Namun, puasa tetap dianggap sah jika hal tersebut terjadi karena mimpi basah yang tidak disengaja oleh orang yang berpuasa.

Muntah dengan sengaja juga menjadi faktor yang membatalkan ibadah ini. Berbeda ceritanya jika seseorang muntah secara alami karena sakit atau kondisi medis yang tidak dapat ditahan, maka puasanya tetap bisa diteruskan.

Bagi kaum wanita, datangnya masa haid atau nifas secara otomatis akan menghentikan keabsahan puasa saat itu juga. Meskipun waktu berbuka hanya tinggal beberapa menit, keluarnya darah haid tetap mewajibkan puasa tersebut diganti di hari lain.

Kondisi gangguan jiwa yang hilang secara tiba-tiba atau murtad (keluar dari agama Islam) juga menjadi pembatal puasa yang mutlak. Keimanan dan kesadaran akal merupakan syarat utama agar puasa seseorang diterima dan dianggap sah.

Terakhir, memasukkan obat atau benda melalui kubul (saluran kencing) atau dubur (anus) juga membatalkan puasa. Dengan memahami poin-poin ini, umat Muslim diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam menjaga kualitas ibadahnya selama bulan suci.123

Ditulis oleh: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *