5 Destinasi Wisata Religi Terbaik di Aceh yang Wajib Dikunjungi Wisatawan
Aceh, yang dijuluki sebagai Serambi Mekkah, memiliki daya tarik wisata religi yang sangat kuat dan bernilai sejarah tinggi. Provinsi di ujung utara Pulau Sumatra ini menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam melalui arsitektur bangunannya yang megah.
Ikon utama yang menjadi pusat perhatian dunia tentu saja adalah Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh. Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol perlawanan rakyat Aceh terhadap penjajah sekaligus bukti keajaiban saat musibah tsunami 2004 silam.
Bangunan masjid ini memiliki desain yang menyerupai Taj Mahal di India dengan kubah hitam besar dan menara yang menjulang tinggi. Keindahannya semakin bertambah dengan kehadiran payung-payung elektrik di halaman masjid yang menyerupai suasana Masjid Nabawi di Madinah.
Tak jauh dari pusat kota, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan religi ke Masjid Baiturrahim Ulee Lheue. Masjid bersejarah ini menjadi saksi bisu kedahsyatan tsunami karena tetap berdiri kokoh meski bangunan di sekitarnya rata dengan tanah.
Selain masjid, Aceh juga memiliki destinasi religi unik lainnya seperti Museum Kapal di Atas Rumah di Lampulo. Meskipun merupakan situs peringatan bencana, tempat ini sering dikunjungi untuk merenungi kebesaran Tuhan dan kekuatan doa masyarakat saat menghadapi ujian.
Bergeser ke arah Aceh Besar, terdapat Masjid Rahmatullah Lampuuk yang juga memiliki kisah serupa dengan Baiturrahman. Lokasinya yang berada di tepi pantai menjadikan masjid ini tempat favorit untuk beribadah sekaligus menikmati keindahan alam ciptaan-Nya.
Bagi pencinta sejarah Islam, makam-makam ulama besar dan raja-raja Samudera Pasai di Aceh Utara juga menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. Menziarahi makam tersebut memberikan wawasan tentang awal mula masuknya peradaban Islam di Nusantara.
Wisata religi di Aceh menawarkan lebih dari sekadar pemandangan indah bagi para pelancong. Setiap sudut bangunannya menyimpan cerita tentang keteguhan iman, sejarah panjang kerajaan Islam, serta keramahan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat.123
Ditulis oleh: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
