Terima Aspirasi Komunitas Ojol, Ketua DPRD Sumbar Janji Kawal Regulasi yang Adil
Padang, MZK News – Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidimenggelar dialog strategis bersama ratusan pengemudi ojek online guna menyerap aspirasi terkait regulasi kerja dan mekanisme anggaran daerah.
Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) ini menjadi momentum bagi para pengemudi untuk mengeluhkan ketimpangan pendapatan. Warga berharap lembaga legislatif mampu mengintervensi kebijakan yang merugikan para pekerja transportasi daring tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD menjelaskan secara rinci mengenai tiga fungsi utama DPRD kepada masyarakat, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa pembentukan Peraturan Daerah (Perda) membutuhkan proses yang mendalam dan waktu yang tidak singkat. Hal ini bertujuan agar produk hukum yang dihasilkan benar-benar memberikan kepastian bagi semua pihak.
Merespons keluhan mengenai aturan teknis operasional, Ketua DPRD berjanji akan menindaklanjuti regulasi dari pusat ke tingkat daerah. Ia mengakui bahwa sistem kerja ojek online saat ini masih membutuhkan perlindungan hukum yang lebih kuat di level provinsi maupun kota.
Keseimbangan antara beban kerja dan penghasilan menjadi poin krusial yang harus segera dicarikan jalan keluarnya melalui koordinasi dengan kepala daerah.
“Aturan pusat bisa kita follow up di daerah, baik di provinsi melalui gubernur maupun di kota melalui wali kota. Kita ingin aturan yang adil, karena ojol bekerja siang malam, tapi penghasilannya belum sebanding,” tegas Muhidi di hadapan komunitas TRS dan URC DOOS.
Penegasan ini memberikan harapan baru bagi para pengemudi terkait standarisasi tarif dan perlindungan sosial.
Terkait mekanisme anggaran, ia memaparkan bahwa usulan masyarakat merupakan dasar utama dalam penyusunan APBD. Melalui tahapan RKPD yang dimulai dari tingkat RT hingga pusat, proposal pembangunan dan bantuan dapat diakomodasi secara resmi. Penjelasan ini bertujuan agar komunitas ojol lebih aktif berpartisipasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di lingkungannya masing-masing.
Selain masalah regulasi, Ketua DPRD juga menekankan pentingnya bimbingan mentor dalam mencapai kesuksesan hidup. Menurutnya, keberhasilan menjalankan roda pemerintahan maupun kesuksesan pribadi tidak bisa diraih secara instan tanpa bimbingan yang tepat.
Ia mengajak komunitas ojol untuk terus belajar dan tidak berhenti mengasah kemampuan agar tidak selamanya bergantung pada pekerjaan di jalan raya.
Kegiatan reses ditutup dengan penguatan soliditas antaranggota komunitas ojek online di Sumatera Barat. Ketua DPRD mengingatkan bahwa kekompakan adalah modal sosial utama dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di hadapan pembuat kebijakan.
Dengan komunikasi yang baik, aspirasi komunitas diharapkan dapat bertransformasi menjadi kebijakan publik yang nyata dan menguntungkan masyarakat luas.
Reporter: Novrianto
Editor: Martha Syaflina
