Evi Yandri Targetkan Jembatan Darurat Batu Busuk Rampung Cepat demi Akses Sekolah
Padang, MZK News – Warga Pauh, khususnya di kawasan Batu Busuk dan Lambung Bukit, hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan pasca-bencana banjir bandang. Kebutuhan mendesak mulai dari perbaikan irigasi, aliran sungai, hingga akses jalan dan jembatan menjadi aspirasi utama yang mencuat. Kondisi infrastruktur yang rusak parah menghambat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh lebih dari 200 warga dalam kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, di Huntara Mandiri Kepalo Koto, Jumat (6/2/2026).
Dalam pertemuan ini, Evi memboyong sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendengarkan langsung keluhan konstituen. Langkah ini diambil guna memastikan setiap masalah teknis di lapangan mendapatkan solusi cepat dari dinas terkait.
Sektor pendidikan menjadi perhatian serius karena hilangnya jembatan utama yang menghubungkan akses ke berbagai sekolah menengah di wilayah tersebut. Warga melaporkan bahwa para siswa harus menempuh risiko tinggi dengan menyeberangi sungai atau memutar jalan yang sangat jauh. Tanpa akses yang memadai, kehadiran siswa di SMA 9, SMP 14, SMP 23, dan SMP 44 terancam terganggu secara permanen.
“Anak-anak pergi ke sekolah terpaksa jalan menyeberangi batang sungai, Pak. Kalau belum bisa jembatan permanen, tolong buat jembatan darurat dulu agar anak-anak mudah ke sekolah,” ungkap salah seorang warga Batu Busuk penuh harap. Permintaan ini menjadi prioritas mengingat pentingnya keamanan siswa saat berangkat menuntut ilmu di tengah kondisi infrastruktur yang belum pulih.
Menanggapi hal tersebut, Evi Yandri menegaskan bahwa pembangunan jembatan permanen memerlukan waktu proses administrasi dan teknis yang cukup panjang. Namun, ia berjanji akan segera mengupayakan solusi jangka pendek demi kepentingan mobilitas warga dan pelajar.
“Akan kita usahakan secepatnya dibuat jembatan darurat dulu, setidaknya bisa dilalui jalan kaki atau motor,” tegas Evi Yandri di depan warga.
Selain jembatan, perbaikan jalan juga menjadi agenda utama yang akan dikawal melalui pendanaan pemerintah provinsi maupun pusat. Evi memastikan bahwa jika dana pusat tidak mencukupi, anggaran provinsi akan dikerahkan untuk menyambung kembali akses transportasi yang terputus. Komitmen ini bertujuan agar urat nadi perekonomian warga Pauh tidak terhenti terlalu lama akibat dampak bencana.
Evi menutup arahannya dengan mengajak masyarakat untuk mendukung penuh proses pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan pemerintah. Ia mengingatkan agar tidak ada gangguan sosial yang menghambat pengerjaan proyek di lapangan demi kepentingan bersama.
“Jika pembangunan selesai, lingkungan kita juga yang aman dan kita semua yang beruntung,” pungkasnya menutup diskusi mengenai infrastruktur tersebut.
Reporter: Novrianto
Editor: Martha Syaflina
