Andre Rosiade Kian Lantang, Semen Padang FC Tutup Paruh Musim di Tepi Jurang
Foto: H. Feri Ferdian saat hadir menyaksikan Semen Padang FC bertandang ke kandang Persib Bandung beberapa waktu lalu (Foto: IST)
Padang, MZK News – Semen Padang FC tutup paruh musim BRI Super League (Liga 1) 2025/2026 di posisi 17 klasemen dengan 10 poin hasil 3 kemenangan, 1 imbang dan 13 kekalahan dari 17 pertandingan. Teranyar, Kabau Sirah dipermalukan tim papan bawah lainnya Persis Solo yang menduduki posisi 16 klasemen di kandang sendiri Stadion Haji Agus Salim, Padang, dengan skor 2-3 pada Minggu (11/01/2026) lalu.
Raihan ini persis sama dengan torehan pada BRI Liga 1 musim 2024/2025 yang lalu. Tentu saja hasil ini sangat tidak memuaskan bagi para suporter dan lapisan masyarakat pecinta klub yang bermarkas di Indarung, Kota Padang ini.
Performa tim yang belum stabil, serta dinamika di luar lapangan membuat perjuangan Kabau Sirah terasa semakin berat. Bagi suporter, kondisi ini bukan semata soal posisi klasemen, tetapi tentang arah dan cara klub menghadapi tekanan di level kasta tertinggi sepak bola nasional.
Kekecewaan suporter muncul dari kenyataan bahwa kualitas permainan Semen Padang FC masih belum sepenuhnya mencerminkan standar Liga 1. Sejumlah pemain tampil di bawah ekspektasi. Baik dari sisi teknis, konsistensi, maupun mental bertanding.
Lini pertahanan kerap kehilangan fokus, lini tengah kurang solid dalam mengontrol permainan, dan lini depan belum cukup efektif memaksimalkan peluang. Situasi ini membuat banyak laga penting terlepas dari genggaman. Hal itu disampaikan langsung oleh H. Feri Ferdian, salah seorang pentolan dan founder kelompok suporter SPARTACKS.
Selain itu menurutnya, perhatian publik juga tertuju pada dinamika di luar lapangan, khususnya terkait komunikasi klub. Pernyataan-pernyataan keras yang disampaikan penasihat tim, Andre Rosiade, terutama yang berkaitan dengan operator liga dan perangkat pertandingan, kerap memicu polemik.
“Suporter memahami bahwa kritik terhadap penyelenggaraan kompetisi adalah hal yang wajar, terlebih ketika muncul rasa ketidakadilan. Namun, terdapat kekhawatiran bahwa gaya komunikasi yang terlalu konfrontatif justru berdampak kurang menguntungkan bagi klub,” kata H. Feri Ferdian kepada MZK News via Whatsapp, Kamis (15/01/2026) malam.
“Saat tekanan degradasi kian nyata, suporter berharap Semen Padang FC lebih tenang di luar lapangan dan lebih kuat di dalam permainan. Pak Andre Rosiade bersuara keras. Tapi siapa yang menjaga Semen Padang FC di dalam lapangan?,” ulas H. Feri.
Meski demikian, kesetiaan suporter tidak pernah benar-benar surut. Dalam kondisi apapun, dukungan terhadap Semen Padang FC tetap mengalir. Suporter Kabau Sirah telah terbiasa menghadapi fase naik-turun klub ini. Dari degradasi hingga kembali ke Liga 1. Bagi mereka, Semen Padang FC bukan sekedar hasil pertandingan, melainkan identitas dan kebanggaan yang dijaga bersama.
Dalam kompetisi seketat Liga 1, cara menyampaikan kritik menjadi faktor penting. Pernyataan yang bernada emosional berpotensi membangun persepsi negatif dan menambah tekanan psikologis bagi pemain di lapangan. Pada titik ini, suporter berharap kritik tetap disampaikan secara tegas, tetapi melalui jalur yang lebih strategis, berbasis data, dan dengan bahasa yang menenangkan.
“Kami memiliki sebuah harapan kepada Andre Rosiade sebagai penasihat tim untuk senantiasa mampu menjadi penyangga yang melindungi ruang kerja pemain dan pelatih. Ketegasan tidak selalu harus diwujudkan melalui pernyataan keras di ruang publik. Dalam banyak situasi, ketenangan, diplomasi, dan komunikasi yang terukur justru memberi dampak jangka panjang yang lebih positif bagi klub,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Bang H. Feri ini juga menuntut manajemen Semen Padang FC agar menyatukan fokus seluruh elemen tim. Energi klub semestinya diarahkan pada evaluasi menyeluruh, peningkatan kualitas skuad, serta penguatan mental bertanding. Polemik di luar lapangan, jika tidak dikelola dengan baik, berisiko mengaburkan tujuan utama yaitu mengamankan posisi di Liga 1.
Memasuki paruh musim kedua, kehadiran pemain-pemain rekrutan baru menghadirkan optimisme baru. Suporter berharap perubahan ini mampu meningkatkan kualitas permainan dan stabilitas tim. Target bertahan di Liga 1 dinilai realistis, asalkan dibarengi kerja kolektif, disiplin, dan suasana internal yang lebih kondusif.
“Bagi suporter, bertahan di Liga 1 bukan sekadar soal status kompetisi, tetapi tentang menjaga martabat klub. Semen Padang FC diharapkan mampu menunjukkan bahwa mereka layak berada di kasta tertinggi melalui kerja nyata di lapangan, bukan melalui polemik di luar pertandingan,” H. Feri berharap.
Dia mengatakan, paruh musim kedua akan menjadi ujian penting, tidak hanya bagi pemain dan pelatih, tetapi juga bagi manajemen dan jajaran pendukung di balik layar. Dalam fase krusial ini, Semen Padang FC membutuhkan ketenangan, kesatuan sikap, dan komunikasi yang lebih dewasa.
“Suporter Kabau Sirah akan tetap setia memberi dukungan sekaligus kritik. Suara itu lahir bukan dari kebencian, melainkan dari kepedulian. Karena bagi suporter, Semen Padang FC terlalu berharga untuk dibiarkan berjalan tanpa arah. True Love Never Ending – SASAKA!,” tandasnya.
Reporter: Edo
Editor: Khoirul Anam